Bangkok, Destinasi Terfavorit Wisatawan 2016

Menurut hasil penelitian tahunan Mastercard bertajuk Global Destination Cities Index 2016, Bangkok menduduki peringkat teratas sebagai kota paling sering dikunjungi wisatawan internasional. Sampai akhir tahun 2016 ini, Bangkok diprediksi akan menerima kunjungan sebanyak 21,47 juta wisatawan internasional yang bermalam.
Bangkok, Destinasi Terfavorit Wisatawan 2016

Ilustrasi

Setelah Bangkok, London menempati peringkat kedua dengan prediksi kunjungan sebanyak 19,88 juta wisatawan. Lalu diikuti Paris (18,03 juta wisatawan), Dubai (15,27 juta wisatawan), New York (12,75 juta wisatawan), Singapura (12,11 juta wisatawan), Kuala Lumpur (12,02 juta wisatawan), Istanbul (11,95 juta wisatawan), Tokyo (11,70 juta wisatawan), dan Seoul (10,20 juta wisatawan). Demikian 10 peringkat teratas kota di dunia yang diprediksi berdasarkan kedatangan wisatawan. Indeks GDCI memberikan peringkat kepada 132 kota yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Indeks tersebut menunjukkan jumlah wisatawan dan estimasi pengeluaran selama tahun 2016 serta memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana orang-orang bepergian dan menggunakan uang mereka di seluruh dunia. Studi ini menunjukkan bahwa di antara 20 kota dengan peringkat teratas, semakin banyak orang-orang yang bepergian ke luar negeri untuk liburan (85,6 persen untuk Bangkok). Kecuali kota Shanghai, dimana setengah dari kunjungan tersebut ditujukan untuk perjalanan bisnis (54,6 persen). Sementara untuk menentukan pengeluaran, akomodasi memiliki porsi terbesar dari pengeluaran pengunjung di mayoritas kota tujuan wisata, kecuali Istanbul. Sebagai refleksi kesenjangan dari biaya hidup secara lokal, pengeluaran untuk akomodasi tertinggi sebesar lebih dari 40 persen terdapat di Paris, Milan, Roma, Amsterdam, dan Wina. Sementara, pengeluaran untuk akomodasi yang kurang dari sepertiga total pengeluaran terdapat di Bangkok, Seoul, Osaka, Shanghai dan Istanbul. Seoul menempati urutan puncak dalam persentase terbesar untuk berbelanja dibandingkan semua kategori sebesar 58,7 persen, diikuti oleh London (46,7 persen), Osaka (43,4 persen) dan Tokyo (43,1 persen). Dikatakan Yuwa Hedrick-Wong, Global Economic Advisor Mastercard, kekuatan dari pariwisata global yang berkelanjutan merupakan salah satu dari secercah harapan sebagai pemulihan krisis yang terjadi pada tahun 2008-2009. Hal ini sebagian besar didorong oleh berkembangnya kelas menengah di banyak negara berkembang. Bagi rumah tangga kelas menengah, bepergian ke luar negeri menjadi sebuah prioritas bagi mereka dalam menyisihkan sebagian pengeluaran mereka.Dari 132 kota terpenting di dunia, angka pertumbuhan wisatawan internasional melebihi 2,5 kali lipat pertumbuhan PDB dunia pada periode 2009 hingga 2016. Hal ini tentu menunjukkan betapa kuat dan pentingnya pertumbuhan yang inklusif, sebuah pola pertumbuhan yang menguntungkan bagi mayoritas rumah tangga dalam masyarakat, yang kemudian memperkuat permintaan domestik terlepas dari lesunya kondisi ekonomi global secara umum. Bagi kota-kota tujuan wisata, melebur pada jaringan yang beragam dari kota-kota asal dimana kelas menengah tumbuh dengan pesat, menjadi kunci kesuksesan pada tahun-tahun mendatang,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)