Dimension Data Rilis “Network Barometer Report 2016”

ddAda tiga alasan utama mengapa sejumlah perusahaan di seluruh dunia melakukan peremajaan pada perangkat jaringan mereka. Ketiga alasan itu adalah  untuk mengantisipasi penerapan workplace mobility, Internet of Things, dan strategi software-defined network.   Riset tahunan bertajuk Network Barometer Report 2016 yang dilakukan Dimension Data, mengungkapkan dua fakta menarik terkait perangkat jaringan perusahaan. Pertama, perangkat jaringan makin memperkuat strategi digitalisasi. Artinya, persentase perangkat yang telah mendukung IPv6 melonjak dari 21% di tahun lalu menjadi 41% di tahun 2016 ini. Hal itu disebabkan karena peningkatan jumlah perangkat di jaringan. Dengan demikian, hal itu memungkinkan perusahaan dengan jaringan baru  kian memperkuat strategi digitalisasi mereka, dengan memungkinkan konektivitas untuk Internet of Things, big data, analisis, dan containerisation.   Fakta kedua adalah Software-defined network akan segera menjadi tren, tetapi tidak saat ini. Meski sudah ada ketertarikan pasar terhadap software-defined network, ini masih terbilang dini untuk diterapkan saat ini. Hanya sedikit perusahaan yang mampu menerapkan pendekatan jaringan berbasis software. Di tahun 2015, kurang dari 0,4% jaringan dapat mendukung software-defined WAN dan hanya 1,3% switc data center yang tergolong SDN-ready.     Diterangkan Hendra Lesmana, Presiden Direktur Dimension Data Indonesia, “Penuaan jaringan tidak selalu menjadi hal yang buruk. Perusahaan hanya perlu memahami implikasinya, karena jaringan yang sudah berumur memerlukan bentuk dukungan yang berbeda dengan biaya layanan yang terus meningkat. Di lain sisi, hal ini juga berarti perusahaan dapat menunda biaya peremajaan.”     Masih berdasarkan laporan tersebut, jaringan berumur di perusahaan-perusahaan di Eropa, Asia Pasifik, dan Australia berkurang sejalan dengan tingkat rata-rata yang terjadi di dunia. Sementara di Amerika, jumlah perangkat yang mengalami penuaan dan telah usang menurun lebih cepat, dari 60%  di 2015 menjadi 29% di 2016.  “Perusahaan-perusahaan di Amerika tampaknya melakukan peremajaan jaringan dengan infrastruktur terprogram generasi baru. Di Asia Pasifik dan Australia, peremajaan perangkat dilakukan sebagai bagian dari pendesainan ulang jaringan data pusat,” tegas Hendra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)