Ini 10 Merek Teh yang Paling Royal Beriklan di 2016

Salah satu kategori di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang dalam sepuluh tahun terakhir terhitung cukup stabil dan makin seksi adalah teh. Menurut catatan Nielsen, belanja iklan nasional (baik di TV dan print) untuk kategori teh, dalam sepuluh tahun terakhir selalu tumbuh double digit. Jika tahun 2007 lalu total belanja iklan nasional untuk kategori teh mencapai Rp 311,6 miliar, maka di tahun 2016 angkanya tembus Rp 2,69 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2011, yakni mencapai 78%. Sementara itu, pada tahun 2016 lalu, pertumbuhan belanja iklan kategori teh mencapai 11% dari total belanja iklan teh tahun 2015 yang mencapai Rp 2,42 tirliun. Masih menurut catatan Nielsen, pertumbuhan belanja iklan kategori teh lebih didorong oleh RTD Tea (Ready to Drink Tea) atau minuman teh siap saji. Pertumbuhan RTD Tea dalam sepuluh tahun terakhir mencapai 11 kali lipat. Sedangkan non RTD Tea, tumbuhnya hanya 5 kali lipat. Pendorong lainnya adalah banyaknya brand baru yang masuk yang juga sangat agresif beriklan di TV maupun cetak. Lantas, siapa saja 10 merek teh yang paling royal  beriklan di sepanjang tahun 2016? Merujuk catatan Nielsen, kesepuluh brand pembelanja iklan terbesar berasal dari kategori RTD Tea. Posisi pertama ditempati oleh Teh Pucuk Harum dari Mayora dengan nilai Rp 381,7 miliar. Itu artinya, tumbuh 26% dibandingkan tahun 2015. Posisi kedua ditempati oleh Teh Gelas dari OT Group dengan angka Rp 359,6 miliar atau tumbuh hanya 2%. Posisi ketiga ada Frestea dari Coca-Cola, dengan nilai Rp 298,7 miliar. Menariknya, Coca-Cola tengah serius menggarap pasar the, lantaran di tahun 2016 lalu pertumbuhan belanja iklan untuk Frestea adalah yang tertinggi, yakni mencapai 1141%. Di posisi keempat ada Ichi Ocha dari Indofood dengan belanja Rp 185,3 miliar (tumbuh 72%). Kemudian, di posisi kelima ada Teh Javana dari Wings yang minus 49% menjadi Rp 138,7 miliar. Selajutnya, ada Teh Oolong MyTea dari Suntory di posisi keenam dengan belanja sebesar Rp 127,9 miliar (tumbuh 261%). Posisi ketujuh ada Ultra Teh Kotak dari Ultra Jaya dengan belanja iklan sebesar Rp 114,5 miliar (tumbuh 69%). Posisi tiga brand terbuncit adalah Teh Sosro Rp 94,8 miliar (minus 33%), Nu Green Tea dari ABC President Rp 63,8 miliar (minus 27%), dan pendatang baru Fiesta Black Tea dari Singa Mas Indonesia sebesar Rp 59,2 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)