Ini Isu Utama Mengapa Konsumen Asia Pasifik Memilih Berdonasi

Mastercard baru saja merilis hasil survey terkait kegiatan dan karakter konsumen untuk memberi donasi di Asia Pasifik pada Kamis, (30/7) di Jakarta. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa setengah konsumen di Asia Pasifik memberi donasi untuk beramal di mana dari jumlah tersebut konsumen dari negara berkembang merupakan bagian terbesar. Sementara itu, konsumen di negara maju cenderung lebih gemar melakukan donasi secara individu dengan jumlah yang lebih besar.

Georgette_Tan_Project_Inspire_MasterCard_group__1438250637_20379

Georgette Tan, Group Head, Communications, Asia Pacific, MasterCard

Menurut penelitian tersebut konsumen di kawasan Asia Pasifik, generasi yang lebih tua cenderung lebih sering untuk melakukan donasi, sementara secara keseluruhan konsumen di kawasan ini memiliki simpati lebih tinggi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan “kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak”. Namun demikian, masyarakat di negara-negara lebih maju seperti Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong, lebih cenderung memberikan donasi amal yang berfokus pada “penyakit-penyakit serius”.

Sementara itu, konsumen di Jepang menduduki peringkat terendah dalam hal melakukan donasi, namun apabila mereka melakukan, ‘penanggulangan bencana alam setempat’ merupakan faktor utama yang mendorong mereka untuk memberikan donasi. Hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya frekuensi gempa bumi pada negara tersebut.

Penelitian tersebut didasarkan atas wawancara yang dilakukan di 14 negara antara bulan Oktober dan Desember 2014, dengan jumlah responden minimal sebanyak 500 orang yang berusia antara 18-64 tahun di masing-masing negara.

Hasil dari penelitian tersebut mencatat bahwa secara keseluruhan, lebih dari setengah (53.2%) konsumen Asia Pasifik berdonasi untuk beramal, dimana jumlah konsumen di Thailand (70,5%), Vietnam (70,4%), Hong Kong (64,6%), dan Indonesia (63,2%) cenderung melakukan hal tersebut.

Namun kebalikan, Konsumen di Jepang merupakan penduduk yang cenderung untuk tidak melakukan donasi untuk beramal dengan persentase hanya 16,2% yang mengatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut. Namun, konsumen Jepang bukannya tidak memiliki empati terhadap isu kemanusiaan atau bencana dalam berdonasi. justru isu seperti ‘Penanggulangan Bencana Alam’ menjadi alasan nomor satu yang mendorong konsumen di Jepang dalam melakukan donasi.

Sementara itu, masyarakat di India mengatakan bahwa mereka akan berdonasi lebih banyak untuk beramal di tahun ini (41,5%). Sedangkan mayoritas konsumen di Asia Pasifik (48,8%) berniat untuk berdonasi dengan jumlah yang sama seperti tahun lalu.

Dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa alasan atau issue yang dapat memancing konsumen untuk melakukan donasi adalah terkait dengan ‘Kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak’ merupakan alasan yang paling kuat bagi responden di Asia Pasifik untuk berdonasi – hal ini disebutkan di semua negara, kecuali Hong Kong, sebagai salah satu dari tiga alasan utama dalam melakukan donasi.

Pemberi donasi terbesar di kawasan Asia Pasifik adalah Selandia Baru, yang cenderung untuk berdonasi secara individu dengan jumlah lebih dari US$500 (11,5%), diikuti oleh penduduk Hong Kong (8,7%) dan Australia (8,4%). Di ketiga negara tersebut, masyarakat lebih cenderung memberikan donasi mereka untuk hal-hal yang berkaitan dengan “penyakit serius”.

Dilihat dari rentang usia konsumen, di semua negara yang disurvey, penduduk usia lanjut (50-64 tahun – 59,1%) lebih cenderung berdonasi untuk amal dibandingkan dengan penduduk yang berusia antara 18-24 tahun (45,4%).

Georgette Tan, Group Head, Communications, Asia Pacific, MasterCard mengatakan, “Melalui penelitian ini, MasterCard melihat bahwa perilaku pemberian donasi berbeda di seluruh dunia dan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti budaya, umur, tingkat pendapatan dan juga masalah yang terdapat di wilayah terkait. Contohnya, di Jepang para penduduknya mempunyai kecenderungan untuk berdonasi bagi penanggulangan bencana alam.

Lanjut Tan, “hal ini tidak mengejutkan mengingat frekuensi gempa bumi yang cukup sering terjadi dan dampak jangka panjang dari bencana tsunami serta kebocoran nuklir Fukushiman Daiichi yang terjadi pada tahun 2011.”

Namun, hal menarik yang dapat dicatat adalah ketiga negara di mana masyarakat cenderung untuk berdonasi dalam jumlah besar, yakni Selandia Baru, Hong Kong, dan Australia, merupakan negara dimana “penyakit serius” merupakan alasan paling utama untuk berdonasi.

“Mungkin hal ini disebabkan oleh meningkatnya prevalensi penyakit serius seperti kanker di negara maju, di mana para penduduk di negara tersebut cenderung hidup dengan usia yang lebih tua. Namun, keinginan untuk mendukung dan melindungi anak-anak (generasi akan datang) menjadi alasan yang paling sering dikemukakan oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik,” Tan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, Tan mengungkapkan, bahwa Mastercard memberikan dukungan untuk inisiatif MasterCard’s Purchase with Purpose, yang melibatkan para pemegang kartu sebagai bagian dari upaya MasterCard untuk berbagi kembali kepada masyarakat di manapun mereka menggunakan kartu MasterCard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)