Lima Fakta Perilaku Millennials dalam Mencari Kerja

Ada temuan menarik seputar perilaku mencari kerja di segmen millennial pria maupun wanita. Studi “Indonesia Talent Insights” terhadap 500 profesional milenial di Indonesia yang telah dirilis Kalibrr pada November 2018, mengungkapkan lima fakta menarik tentang perilaku millennials dalam mencari kerja.

Fakta pertama, Word of Mouth (WOM) memegang peranan penting bagi para calon karyawan millennials. Baik millennials pria (70%) maupun wanita (72%) sama-sama mempertimbangkan testimonial dari peers-nya ketika akan mengajukan lamaran.

Fakta kedua, ada Top 5 perusahaan yang menarik dan menjadi top of mind bagi para pencari kerja dari segmen millennials. Hasilnya, 56% millennial wanita dan 44% millennial pria dengan latar belakang TI (Teknologi Informasi) memilih Telkom sebagai perusahaan yang paling menarik sebagai tempat untuk mereka bekerja. Selanjutnya, diikuti oleh Google, Go-Jek, dan Tokopedia. Di peringkat kelima, millennials wanita memilih Astra, sedangkan millennials pria memilih Pertamina.

Fakta ketiga, untuk kandidat yang memiliki latar belakang selain TI atau non-TI, Pertamina (23%) menjadi sasaran utama pria untuk meniti karir. Disusul Unilever (15%), Telkom (15%), Google (13%), dan Go-Jek (13%). Bagi millennial wanita berlatar belakang non-TI, Google menjadi idaman pertama, yakni sebesar 23%. Kemudian diikuti oleh Telkom (16%), Go-Jek 14%), Tokopedia (14%), dan Pertamina (14%).

Fakta keempat, deskripsi pekerjaan sudah tidak menjadi informasi yang cukup bagi kandidat millennial. Karakter mereka yang selalu ingin tahu, membuat mereka mencari lebih dalam tentang kehidupan di perusahaan untuk membantu mereka membuat pilihan perusahaan mana yang akan menjadi sasaran untuk melamar. Faktanya 4 dari 5 perempuan senang mengulik informasi mengenai nilai, budaya, dan jaringan internasional perusahaan. Sedangkan pria tertarik dengan peluang jenjang karir di masa depan dan kesempatan untuk dapat menambah pengetahuan untuk semakin berkembang.

Fakta kelima, yakni lebih dari 20% millennial—tepatnya 23% wanita dan 31% pria—mengaku gaji bukanlah alasan utama mereka mengundurkan diri dari perusahaan. Alasan tertinggi millennial pria (39%) dan wanita (35%) adalah karena perusahaan dinilai tidak mendukung dan lingkungan kerja yang birokratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)