Mengapa UKM Indonesia Sangat Bergantung pada Platform Online?

Ketergantungan segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap media online tercatat cukup tinggi. Selain dinilai sebagai tools yang murah, media online juga dianggap segmen UKM sebagai perangkat pemasaran yang efektif.   Survei yang dilakukan Facebook tentang Future of Business terhadap 6.059 responden di global--termsuk Indonesia--pada Desember 2016 lalu mengungkapkan bahwa rata-rata UKM Indonesia menggunakan platform online sebagai tools pemasaran dan komunikasi untuk mencapai 4 dari 6 tujun yang mereka patok.   Apa saja tujuan atau  objektif  yang ingin dicapai oleh UKM lewat platform online? Hasil survei menunjukkan bahwa 80% UKM di Indonesia menggunakan platform online untuk menampilkan produk atau jasa yang merek tawarkan. Sementara itu, 71% UKM mengaku menggunakan online untuk menjual produk atau jasa.   Berikutnya, 62% UKM mengaku menggunakan online untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau pemasok.  Objektif keempat yang ingin dicapai UKM lewat online adalah memasang iklan untuk calon pelanggan baru (61%). Dua objektif lainnya yang dipatok UKM dari tools online adalah memberikan informasi pada kustomer maupun publik (59%), misalnya memberikan informsi tentang jam kerja dan info kontak; serta menangani proses bisnis internal (32%), antara kain terkait keuangan dan komunikasi antarkaryawan.     Sementara itu, di Indonesia, 60% UKM memiliki pandangan yang positif mengenai kondisi terkini. Angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata secara global yang hanya sebesar 42%. Selain itu,  74% UKM Indonesia juga mempunyai pandangan yang terhadap masa depan. Itu artinyan lebih tinggi dibandingkan rata-rata secara global yang sebesar 60%.   Bahkan, 28% UKM menyatakan bahwa mereka telah menciptakan lapangan pekerjaan selama enam bulan terakhir dan 55% menyatakan bahwa mereka ingin menciptakan lapangan pekerjaan dalam enam bulan ke depan.   Adapun tantangan yang paling sering dilaporkan UKM Indonesia untuk bisnis adalah menarik pelanggan (73%), meningkatkan pendapatan (66%), mengembangkan produk/inovasi baru (54%), mempertahankan profitabilitas (48%), dan memperoleh pendanaan untuk ekspansi bisnis (45%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)