Mengintip Perilaku Setiap Generasi dalam Mengkonsumsi Media

Sebagai pendatang anyar, penetrasi internet atau digital sebagai sebuah media rupanya tercatat sudah cukup tinggi. Merujuk data Nielsen, penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 44%. Itu artinya, posisinya menempati peringkat ketiga setelah TV (96%) dan luar ruang atau outdoor (53%). Di posisi berikutnya setelah internet, ada radio yang penetrasinya mencapai 37%, koran yang penetrasinya 7%, dan paling bontot, tabloid sekaligus majalah yang hanya 3%.

Yang menarik, generasi millennial (20-34 tahun) di Indonesia adalah segmen yang paling tinggi mengkonsumsi media internet dan sinema (bioskop). Yakni, media internet mencapai 47% dan bioskop mencapai 51%. Tak hanya millennial, segmen di bawahnya, gen Z (10-19 tahun), juga cukup tinggi dalam mengkonsumsi kedua media tersebut, yakni 30% untuk internet dan 33% untuk bioskop.

Fakta lainnya, segmen semua umur--anak muda dan orangtua atau mereka yang berusia 16 hingga 50 tahun--memiliki perilaku dual screen, yakni mengkonsumsi TV dan internet sekaligus dalam waktu yang sama. Lebih dari 90% segmen berusia 16 hingga 49 tahun telah mengkonsumsi dual screen di waktu yang sama. Sedangkan segmen usia 50 tahun ke atas, hanya 88-89% yang mengkonsumsi dual screen di waktu yang sama.

Sementara itu, TV dan konten video diakses dari banyak platform. Dan, akses setiap harinya untuk TV dan konten video selalu mengalami pertumbuhan. Lantas, melalui platform mana mereka mengakses video online? Posisi tertinggi ditempati Youtube yang mencapai 98%. Selanjutnya diikuti oleh website atau situs Detik (29%), CNN Indonesia (27%), Liputan6 (25%), Kompas (24%), Vidio.com (22%), MetroTvNews (20%), LK21.Tv (20%), Okezone (18%), Tribunnews (15%), dan Kapanlagi (14%).

Ketika ditanya alasan mereka tidak menonton video online, rupanya alasan berupa hambatan infrastruktur menempati posisi yang tertinggi. Mulai dari koneksi internet yang sangat lambat (27%), biaya langganan paket internet yang mahal (22%), dan tidak punya perangkat teknologi yang tepat (11%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)