Riset GWI : Pengguna WeChat Terus Meningkat Tapi Whatsapp Tetap Populer

GlobalWebIndex (GWI), perusahaan riset pasar global yang mengkhususkan diri mengenai perilaku konsumen online pada Selasa, (25/11) di Jakarta, kembali mengeluarkan riset terbarunya mengenai penggunaan aplikasi mobile messaging. Penelitian tersebut terungkap bahwa terjadi peningkatan pengguna aplikasi messaging di Indonesia hingga 45 persen sejak tahun 2013 hingga tahun 2014 dan sekitar 50 persen tiga besar pengguna aplikasi instant messaging ternyata aktif berbelanja online.

GlobalWebIndex (GWI), perusahaan riset pasar global yang mengkhususkan diri mengenai perilaku konsumen online pada Selasa, (25/11) di Jakarta, kembali mengeluarkan riset terbarunya mengenai penggunaan aplikasi mobile messaging.

GlobalWebIndex (GWI), perusahaan riset pasar global yang mengkhususkan diri mengenai perilaku konsumen online pada Selasa, (25/11) di Jakarta, kembali mengeluarkan riset terbarunya mengenai penggunaan aplikasi mobile messaging.

Menurut hasil riset GWI, peningkatan penggunaan mobile messaging di Indonesia disebabkan oleh tiga hal. Pertama menurut 45 persen responden, layanan ini bebas biaya. Di urutan kedua, layanan pesan lebih cepat ketimbang SMS untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekat mereka. Terakhir, layanan ini banyak digunakan rekan dan kolega user instan messaging.

Dikatakan Head of Trends GlobalWebIndex Jason Mander, “Aplikasi pesan mobile telah menjadi tingkat pertumbuhan yang utama di kalangan generasi muda, karena orang yang menggunakan social networking lebih pasif menjadikan layanan pesan sebagai cara cepat berkomunikasi.”

Sambung Jason, peningkatan pesat pengguna aplikasi messaging ini pun disebabkan perubahan pola komunikasi publik secara online. “Peran sosial media masih tetap dominan, namun belakangan orang lebih sering menjadi pengguna pasif. Artinya mereka tetap membuka media sosial tetapi sudah tidak terlalu sering lagi menggunakannya sebagai alat komunikasi, misalnya ngobrol di wall Facebook, berbalas Twitter, dan lain-lain. Komunikasi mulai berpindah ke aplikasi messaging yang sifatnya lebih pribadi.”

Selain itu, hasil riset GWI juga mencermati mengenai layanan instant messaging favorit di kalangan user. Tercatat di Indonesia Whatsapp masih menjadi yang paling populer dengan meraup 34 persen dari total pengguna, disusul Facebook Messenger sebanyak 28 persen, WeChat 18 persen, Skype 18 persen, dan Line 16 persen. Menariknya BlackBerry Messenger (BBM) yang dulu populer malah tidak lagi masuk di dalam daftar.

Data menarik lainya dari hasil riset GWI adalah sebanyak 86 persen pengguna internet di Indonesia memiliki dan mengakses lewat mobile device. “Saat ini orang lebih memilih untuk aktif di layanan pesan mobile. Data pada Q3 2014 menyebutkan sebanyak 78 persen pengguna Internet berselancar melalui perangkat ponsel mereka,” tutur Jason.

Namun, popularitas Whatsapp harus di waspadai mengingat secara angka pertumbuhan kompetitornya yakni WeChat terus merangkak naik. Aplikasi WeChat mengalami pertumbuhan paling signifikan di Indonesia dengan peningkatan pengguna aktif hingga 895 persen dan peningkatan secara global sebesar 156 persen antara Q1 2013 hingga Q3 2014.

“Hasil temuan kuat lainnya yang dikumpulkan dari riset ini adalah WeChat memiliki demografi termuda dari semua aplikasi komunikasi sosial lain, dengan sepertiga dari pengguna global yang aktif berusia dari 16 – 24 tahun dan sekitar 80 persen pengguna mengatakan bahwa penting bagi mereka untuk dapat dihubungi. Berfokus di Indonesia, secara khusus WeChat menjadi aplikasi paling populer untuk rentang usia 16 – 34 tahun dimana kelompok ini di isi oleh hampir 70 persen pengguna WeChat di Indonesia,” sebut Jason.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)