Dreamdelion Hadirkan "Gelar Karya Anak Spesial"

Sebagai sebuah komunitas sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat sejak tahun 2012, Dreamdelion percaya bahwa setiap karya sudah sepatutnya diapresiasi, termasuk karya yang dihasilkan oleh rekan-rekan disabilitas. Guna mewujudkan kesetaraan dalam berkarya bagi mereka, Dreamdelion bekerja sama dengan Rumah Autis, mengadakan acara bertajuk Gelar Karya Anak Spesial (GKAS) yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2018 di Lt. LG Green Pramuka Square mulai pukul 11.00 – 20.30 WIB sebagai puncak acara dari keseluruhan rangkaian kegiatan GKAS. Gelar Karya Anak Spesial merupakan program yang dibentuk untuk memberikan wadah kepada komunitas penyandang disabilitas untuk menunjukkan hasil karyanya.

Rangkaian acara GKAS dimulai dengan kampanye online dan offline mengenai kesadaran masyarakat terhadap terbatasnya ruang gerak penyandang disabilitas untuk berkarya. Dalam acara puncak sendiri, GKAS akan memberikan panggung apresiasi terhadap penyandang disabilitas untuk menunjukkan keahlian yang dimiliki, pun menjadi platform bagi mereka untuk menunjukkan karya spesial mereka, sekaligus juga memberikan pelatihan bahasa isyarat dan sesi talkshow untuk mengedukasi masyarakat umum yang hadir pada acara ini. Dengan mengusung tema “See the Able, Not the Label”, GKAS hadir dan mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan teman-teman disabilitas dimana mereka juga mampu memiliki karya spesial serta mandiri dalam melakukan aktivitasnya.

Alia Noor Anoviar sebagai Founder Dreamdelion menyatakan latar belakang pelaksanaan GKAS, “Kami ingin dapat memberdayakan rekan-rekan kita yang spesial. Selama ini Dreamdelion memang sudah menyentuh masyarakat, tapi ini menjadi kesempatan pertama kami mencoba untuk menyentuh kegiatan dalam target yang berbeda. Ini juga selaras dengan keinginan dari partner Rumah Autis yang ingin membentuk kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap rekan rekan disabilitas, sehingga kami bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut."

Dalam acara GKAS ini pula terdapat dua sesi talkshow dengan tema pertama, yakni “Merajut Impian di Tengah Keterbatasan” dihadiri oleh Michael Anthony (Pianist), Mimi Mariana Lusli (CEO Mimi Institute), Habibie Afsyah (Internet Marketer), dan Sela Fasya sebagai moderator. Serta talkshow kedua yang bertemakan “Mewujudkan Kesetaraan dalam Dunia Kerja bagi Para Disabilitas” turut menghadirkan Dimas Muharram (CEO Kartunet), Nicky Claraentia Pratiwi (Head of Business Development Thisable Enterprise), dan Bayu Oktara selaku moderator. Terdapat pula booth yang menghadirkan produk-produk unggulan karya penyandang disabilitas serta launching toko online sebagai bentuk wadah produk hasil karya penyandang disabilitas.

GKAS bekerja sama dengan beberapa komunitas dalam pelaksanaan kegiatan GKAS. Beberapa yayasan yang tergabung adalah Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta, Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI), Mimi Institute, Rumah I’m Star, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Little Hijabi, Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), Theater Kita, dan Rumah Dongeng Pelangi. Tergabungnya komunitas-komunitas tersebut adalah untuk mendukung dan mewujudkan kesuksesan dalam keberlangsungan acara ini.

Bersamaan dengan terselenggaranya GKAS ini, diharapkan perjuangan terhadap kesetaraan penyandang disabilitas tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan akan tetap terus berjalan agar toleransi yang nyata dapat tercapai. Dengan begitu, kesetaraan bagi penyandang disabilitas akan terwujud, di mana setiap manusia berhak memberikan yang terbaik untuk menghasilkan karya spesial, dan meraih mimpi bersama terlepas dari apapun kondisinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)