G-Shock Shock The World's Jakarta

Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore Pte., Ltd., Jakarta Representative Office

Business Challenge

Tahun ini (2018) G-Shock genap berusia 35 tahun. Acara perayaan digelar di berbagai negara, seperti New York, Tokyo, Moscow, Melbourne, Istanbul, Shanghai, dan Bangkok. Indonesia, khususnya Jakarta, tak ketinggalan ikut merayakannya karena Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar potensial bagi G-Shock.

Menurut Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore Pte., Ltd., Jakarta Representative Office, loyalis brand G-Shock di Indonesia sangat banyak. Indonesia juga merupakan pasar yang sangat besar bagi G-Shock. “Kami bersama distributor PT Gilang Agung Persada bekerja keras untuk menyelenggarakan Shock the World'Jakarta 2018 yang merupakan salah satu bentuk penghargaan kami kepada para loyalis G-Shock,” ujarnya.

Menyuguhkan event menarik, unik, yang memberikan pengalaman (experience) bagi khalayak sehingga brand G-Shock makin dikenal (awareness), makin dicintai (loyalty), dan bahkan menjadi top of mind sebagai brand sport watch di benak konsumen merupakan tantangan. Terlebih lagi, persaingan jam tangan di Tanah Air, terutama di kota besar, cukup sengit.

Untuk menjawab tantangan tersebut, G-Shock menggelar event bertajuk “Shock The World' Jakarta 2018” sebagai perayaan ke-35 tahun brand ini yang dihelat di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta, pada awal Desember lalu. Sejalan dengan positioning G-Shock, event menggabungkan empat pilar, yakni seni (art), olahraga (sport), musik, dan fesyen.

Kolaborasi empat pilar tersebut tercermin pada konten event yang beragam, dari acara skateboard competition, dance competition, mural painting, beat box, hingga penampilan sejumlah musisi. Event menyedot seribuan lebih pengunjung yang memadati venue. Event juga menjadi ajang edukasi brand karena moment tersebut dimanfaatkan untuk memamerkan berbagai produk jam tangan G-Shock.

Obyektif event, menurut Hirokazu Satoh, adalah menciptakan pengalaman yang tak terlupakan kepada pengunjung sehingga makin aware dengan brand, sekaligus sebagai apresiasi kepada konsumen pengguna G-Shock di Indonesia.

Insight & Activation

Memasuki venue “Shock The World' Jakarta 2018” di Allianz Ecopark Ancol, para pengunjung disambut kemeriahan acara dengan euforia historis, musik, seni, dan fesyen. Euforia historis tercermin dari hadirnya ruang pajang yang mermamerkan koleksi-koleksi G-Shock dari produk lawas hingga teranyar. Produk lawas ini antara lain G-Shock DW-5600C, jam tangan yang diluncurkan pada 1987. Kemudian ada juga jam tangan seri DW-8400 yang hadir di era 90-an, hingga DW-5035C yang launching bersamaan dengan perayaan 35 tahun G-Shock. Euforia seni dan musik terpapar dari penampilan sederet seniman dan musisi, sedangkan fesyen dirasakan dari penampilan pengunjung yang mengenakan G-Shock sehingga terlihat modis, macho, dan tentunya fashionable.

Sejak pukul 12.00 WIB, para pengunjung sudah aktif mengikuti berbagai games, seperti skateboard competition, dance competition, menonton aksi mural, hingga menjalin relasi dengan para pecinta G-Shock. Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB para pengunjung menikmati rangkaian acara musik dengan menampilkan sejumlah musisi seperti Laze, Tuan 13 feat Bless the Mic, Jeremy Jay, dan juga DJ asal Belgia, Lost Frequencies yang tampil di penghujung acara. Acara berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

Begitulah sekelumit pemandangaan “Shock The World' Jakarta 2018”. Melalui konten acara yang beragam, desain panggung hiburan musik yang megah, membuat penghunjung merasa terhibur. Tidak hanya itu. Event mampu menyuguhkan experience 35 tahun G-Shock kepada pengunjung.

“Konten acaranya menarik dan sangat mengena bahwa semua pengunjung yang hadir di sini untuk merayakan 35 tahun G-Shock,” ujar Donny, 29, entrepreneur asal Kemang, Jakarta Selatan yang hadir ke acara sejak awal.

Ungkapan senada disampaikan Rio, 32, karyawan swasta yang tinggal di Graha Raya, Tangerang. Dia mengaku sudah sejak kuliah memakai jam tangan G-Shock sehingga sudah sangat aware dengan brand besutan Jepang ini. “Saya senang bisa hadir di perayaan G-Shock. Ini jadi pengalaman berharga buat saya karena acaranya seru,” akunya.

Sebagai apresiasi kepada pengunjung, di tengah-tengah berlangsungnya acara, pihak G-Shock memberikan doorprize 35 unit G-Shock,

Result

Event aktivasi ini cukup sukses mengedukasi brand G-Shock sebagai salah brand global yang sudah lama hadir di market. Konten event yang dibalut dengan beragam aktivitas, dari aspek sport, seni, musik, fesyen, serta pameran produk ini mampu menyuguhkan sensasi dan experience bagi seluruh pengunjung. Hal ini akan menciptakan kedekatan brand dengan target.

Para pengunjung memanfaatkan event untuk meluaskan jejaring sekaligus sebagai ajang selfie—fotonya kemudian di-posting di akun media sosial masing-masing, sehingga coverage audience terhadap event semakin luas yang pada akhirnya dapat mendongkrak awareness sebagai produsen jam yang mumpuni. Edukasi juga dilakukan melalui website http://world.casio.com.

Penggunaan channel konvensial (media massa cetak, elektronik, portal online) serta channel digital sosial media Youtibe, Facebook, Twitter, dan Instagram berpeluang menciptakan viral marketing dan world of mouth terhadap brand G-Shock.

Septa Perdana, pengamat brand activation, founder agensi OCCAM

Sebaiknya Ada Program Turunan

Banyak brand memandatkan momen hari jadi sebagai “kendaraan” untuk menggelar aktivasi. Alasan utama, karena hari jadi atau ulang tahun itu menjadi perhatian utama (central of interest). Kalaupun khalayak tidak tahu hari jadinya, pemilik brand perlu mengingatkan. Cara mengingatkannya biasanya melalui aktivasi perayaan yang melibatkan customer maupun khalayak. Dibandingkan dengan aktivasi lain, momen ultah jelas lebih sepesial karena mengangkat aspek historical brand.

G-Shock cukup sukses mengangkat momen ulang tahun ke acara bertajuk “Shock The World' Jakarta 2018”. Venue event juga cukup tepat karena Ancol dipersepsikan sebagai venue untuk event-event yang spesial. Sayangnya, aktivasi ini tidak melalui serangkaian event pembuka menuju moment puncaknya di Ancol.

Menurut saya, akan lebih baik jika G-Shock sebelum menggelar event akbar Shock The World mengedukasi khalayak melalui poster atau spanduk di lokasi keramaian. Disusul dengan program games di social media atau placement iklan di media konvensional atau digital. Tujuannya untuk mem-boster event Shock the World agar gaungnya lebih luas—selain untuk menciptakan awareness bagi khalayak yang belum aware.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah paska event. Event Shock The World memang telah usai, namun program turunannya, seperti PR aktivasi, corporate social initiatif, edukasi produk melalui publikasi, dan program lain, semestinya terus dilakukan agar brand G-Shock tetap bergaung, Terlebih di tangah persaingan yang makin ketat dengan hadirnya brand jam dari Eropa dan Amerika. *

Tags:
Casio G-Shock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)