Predator League 2018, Experiential Online Game Competition

Business Challenge

Bermain online games via komputer—istilahnya eSport—sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban saat ini. Dari kalangan remaja, anak muda, hingga orang dewasa, rata-rata menggandrungi online games. Tak pelak kalau pasar onlinegames atau eSport terus bertumbuh. Laporan Super Data Research, lembaga yang melakukan riset games secara global menyebutkan, pasar eSport tumbuh 26% pada 2020 mendatang. Kenaikan ini didorong oleh jumlah penonton yang diproyeksikan tumbuh 12% setiap tahun.

Pertumbuhan serupa juga terjadi di Tanah Air. Riset Newzoo pada 2015 menunjukkan, nilai pasar gaming Indonesia mencapai US$ 321 juta per tahun. Dengan pertumbuhan dua digit per tahun menjadikan Indonesia sebagai pasar gaming yang potensial.

Gurihnya pasar gaming ini membuat produsen gaming berlomba mendongkrak share di market dengan menyuguhkan perangkat games terbaik. Salah satunya Acer, pemain di PC gaming global dengan brand Predator yang menjawab tantangan persaingan tersebut dengan menggelar event kompetisi eSport bertajuk “APAC Predator League 2018. ”

Babak penyisihan kompetisi dimulai sejak Oktober 2017 digelar di delapan negara, yakni India, Hongkong, Srilanka, Philipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia. Para pemenang babak penyisihan dari masing-masing negara berlanjut ke babak final yang diselenggarakan di Jakarta, tepatnya di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, selama 19-21 Januari 2018.

“Kami bangga bisa menyelenggarakan turnamen eSport terbesar dan paling dinanti di Asia Pasifik. Ini adalah momen penting bagi Acer, sebagai bukti dan komitmen kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan keunggulan teknologi tanpa henti kepada para gamer melalui lini perangkat gaming Acer Predator,” ujar Presiden Acer Pan Asia Pacific Andrew Hou dalam pembukaan grand final APAC Predator Leauge 2018.

Obyektif kompetisi adalah mendorong komunitas gamer lokal untuk berprestasi di ajang regional, sekaligus mengedukasi keunggulan dan kemampuan yang mumpuni dari produk PC gaming Predator.

Insight & Activation

Masuk ke Atrium Mall Taman Anggrek, pengunjung disambut dengan kehadiran patung hewan purba dinosaurus raksasa. Bagian depannya terdapat layar monitor raksasa yang diapit bilik-bilik kaca tempat para pemain dari tim peserta di babak final. Sementara di bagan belakang berjejer seperangkat PC Predator lengkap dengan monitor berlogo Acer. Kesan negeri “antah berantah” semakin kental ketika tampil wanita dengan mengenakan kostum ala jagoan fantasi.

Begitulah sekelumit pemandangaan saat berlangsung pembukaan grand final APAC Predator League 2018. Melalui desain panggung yang didominasi warna hitam dan kehadiran patung hewan purba raksasa, para pengunjung seolah diajak ke dunia fantasi. Kesan fantasi semakin kental ketika di layar monitor raksasa ditayangkan adegan-adegan pertarungan para jagoan dengan hewan purba.

“Desainnya menarik dan mencerminkan suasana fantasi yang terdapat di dalam games,” tutur Hendra, 29, warga Slipi, Jakarta Barat, yang hadir ke acara karena hobi bermain games. Dia mengetahui event final kompetisi games Predator ini dari info sesama gamers yang mem-posting informasi ini di media sosial.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)