Akulaku Salurkan Kredit Online Rp 9,8 Triliun di 2018

Hadir di Indonesia sejak Juni 2016 lalu, kinerja perusahaan kredit online Akulaku makin moncer. Sepanjang 2018 lalu, Akulaku telah diunduh oleh lebih dari 15 juta masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh Jawa, Medan, Palembang, dan Padang. Sementara jumlah pengguna aktifnya mencapai 10 juta.

Di tahun 2018, kinerja Akulaku pun mencatatkan pertumbuhan lebih dari 300% dengan jumlah kredit yang disalurkan mencapai sekitar Rp 9,8 triliun serta rata-rata total transaksi hingga 1,8 juta transaksi setiap bulannya. Tak heran, jika hasil riset berjudul “Fintech Report 2018” yang dirilis oleh DailySocial.id melaporkan bahwa 49% responden di Indonesia memilih Akulaku sebagai aplikasi favorit mereka.

Pencapaian kinerja positif tersebut tentu saja bukan perkara mudah. Mengingat, kompetitor sejenis turut agresif merangsek pasar. Di antaranya, Uang Teman, Modalku, Tunaiku, Drrupiah, Investree, Amartha, Koinwork, Taralite, Pinjam, dan Mekar. Belum lagi, kompetitor dari industri perbankan yang mulai ikut menawarkan layanan kredit online.

Anggie Setia Ariningsih, Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia, mengatakan bahwa tahun 2018 merupakan tahun yang baik bagi Akulaku. “Pertumbuhan kami di tahun 2018 membuktikan respon masyarakat yang sangat positif terhadap solusi layanan keuangan yang kami tawarkan. Di antaranya, layanan kredit online yang menjangkau hingga warung-warung serta kemudahan kredit hanya dengan scan barcode,” ucapnya di sela-sela press conference yang digelar hari ini (30/1) di Jakarta.

Tahun 2019, ditegaskan Anggie, Akulaku menargetkan pertumbuhan penyaluran dana mencapai 300% serta peningkatan pengguna hingga 2-3 kali. Guna mencapai target tersebut, berbagai inovasi layanan baru di berbagai sektor akan secara bertahap diluncurkan.

Salah satu layanan yang ditawarkan Akulaku adalah layanan keuangan yang aman, nyaman, dan sehat bagi pelanggan maupun perusahaan. Contohnya, 98% risk assessment di Akulaku dilakukan oleh machine learning dan berbagai risk module untuk melaksanakan risk analysis dan anti-fraud. “Sistem ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir kesalahan manual, internal fraud, dan kesalahan lain yang kerap terjadi di perusahaan pembiayaan konvensional,” yakinnya.

Akhir Januari ini (30/1), Akulaku juga memperkenalkan Asetku, perusahaan P2P Lending (Peer-to-Peer Lending) dengan PT Pintar Inovasi Digital dan di bawah naungan Akulaku. Kehadiran Asetku, menurut Anggie, sebagai bentuk komitmen Akulaku dalam mendukung inklusi finansial. Perusahaan yang telah mendapatkan tanda terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu mempertemukan pemberi pinjaman (Lender) dengan peminjam (borrower) terpercaya.

Ditambahkan Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, “Sejauh ini, pengembalian dana pokok dan bunga kami kepada para pemberi pinjaman selalu 100% dengan rata-rata portfolio per bulan sekitar Rp 50 – 100 miliar rupiah. Di tahun ini, kami menargetkan penyaluran pinjaman hingga Rp 500 miliar setiap bulan.”

Lebih lanjut Andrisyah memaparkan bahwa saat ini Asetku juga sedang mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas risk management dan kapasitas pendanaan. “Dalam waktu dekat, kami juga berencana meluncurkan Asetku Syariah dan pinjaman dengan segmen lender dari korporasi atau institusi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)