Antara Disruptif dan Economic Value

Dalam konteks sebuah produk, economic value sebuah produk adalah jumlah manfaat atau kepuasan yang diterima konsumen setelah mengeluarkan biaya untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Dalam konteks ini, "biaya" dapat diartikan sebagai waktu, uang, atau sumber daya lain yang dikeluarkan oleh konsumen.

Beberapa hari lalu (15 Februari 2023), Haus! Meluncurkan produk terbarunya, Choco Cheese Crunchy made with KITKAT, racikan bubuk cokelat dan KITKAT Spread serta creamy cheese foam. Semua itu dilengkapi dilengkapi dengan taburan KITKAT Bites sebagai topping di atasnya.

Menurut Founder dan CEO Haus! Gufron Syarif, varian Choco Cheese Crunchy made with KITKAT merupakan salah satu eksplorasi terbaru dari Haus! yang telah berdiri sejak 2018 lalu. Kalau dilihat dari  darikonsep marketing, apa kelebihan Choco Cheese Crunchy made with KITKAT?

Tahun 2001, Dawn Iacobucci, seorang profesor pemasaran di Owen Graduate School of Management di Vanderbilt University, menulis bahwa saat memilih produk baru, pelanggan membandingkan suatu produk dengan alternatif lain dalam tiga dimensi, yakni manfaat ekonomi, fungsional, dan psikologis, baru kemudian membuat pilihan akhir.

Dawn Iacobucci, doktor dalam bidang pemasaran dari Universitas Northwestern dan telah menerbitkan banyak artikel dan buku di bidang pemasaran, konsumen, dan statistik. Iacobucci dikenal sebagai salah satu penulis buku teks pemasaran yang paling terkemuka, termasuk buku teks pemasaran konsumen yang populer yang diterbitkan oleh Cengage Learning. Ia juga menjabat sebagai editor jurnal pemasaran terkemuka seperti Journal of Consumer Research, Journal of Marketing Research, dan Journal of Marketing.

Untuk nilai ekonomi, menurut Iacobucci, pelanggan menyamakan kualitas yang dirasakan dari berbagai produk dengan harga yang harus mereka bayar dengan menggunakan dasar heuristik, seperti rasio kualitas dan harga yang dirasakan. Jika pelanggan menganggap kualitas produk pesaing serupa, penawaran harga terendah akan dipilih karena akan memberikan penghematan maksimum kepada pelanggan ini.

Heuristik adalah suatu aturan praktis atau kebijaksanaan yang sering digunakan untuk membantu seseorang dalam membuat keputusan atau menyelesaikan masalah secara efektif. Heuristik dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi ketidakpastian dan kompleksitas dengan menyederhanakan masalah dan membuatnya lebih mudah untuk dipecahkan.

Contoh heuristik yang umum digunakan adalah aturan "cari yang terdekat" (nearest neighbor rule) dalam pemetaan jarak, atau aturan "pilih opsi terbaik yang tersedia" dalam pengambilan keputusan. Meskipun heuristik dapat membantu menghemat waktu dan upaya, terkadang heuristik juga dapat menyebabkan kesalahan atau bias dalam penilaian dan keputusan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan heuristik dalam situasi tertentu, serta mempertimbangkan pilihan alternatif sebelum membuat keputusan akhir.

Dalam konteks sebuah produk, economic value sebuah produk adalah jumlah manfaat atau kepuasan yang diterima konsumen setelah mengeluarkan biaya untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Dalam konteks ini, "biaya" dapat diartikan sebagai waktu, uang, atau sumber daya lain yang dikeluarkan oleh konsumen.

Economic value dapat diukur dengan cara menghitung selisih antara manfaat yang diterima oleh konsumen dan biaya yang dikeluarkan untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Dalam kebanyakan kasus, semakin tinggi nilai manfaat relatif terhadap biaya yang dikeluarkan, semakin tinggi juga nilai ekonomi suatu produk bagi konsumen.

Contoh dari economic value produk adalah sebuah smartphone. Seorang konsumen mungkin akan merasa bahwa smartphone tersebut memberikan manfaat yang signifikan dalam hal kemampuan komunikasi, produktivitas, dan hiburan.

Namun, biaya untuk membeli dan menggunakan smartphone tersebut juga harus dipertimbangkan, seperti harga pembelian, biaya pemeliharaan, dan biaya data seluler. Jika konsumen merasa bahwa manfaat yang diterima dari smartphone tersebut jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, maka produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi konsumen.

Choco Cheese Crunchy made with KITKAT mungkin tidak secara langsung dapat dikategorikan sebagai produk disruptor. Istilah "produk disruptor" umumnya digunakan untuk menggambarkan produk atau layanan yang mengganggu pasar dengan cara mengubah cara orang berpikir tentang suatu produk atau layanan yang sudah ada, serta menghasilkan penawaran yang lebih inovatif, efisien, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi konsumen.

Pages: 1 2
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)