Bagaimana Mengukur Efektivitas Iklan di Facebook?

facebook_customer_service2__1438928143_18339Sebagai medium yang paling diminati pengiklan untuk menggelar kampanye digitalnya, Facebook tampak terus bebenah diri. Paling anyar, Januari 2015 lalu, Facebook meluncurkan Conversion Lift, yakni alat ukur iklan di Facebook yang siap membantu para pemasar atau marketers untuk lebih memahami tentang nilai tambah dari beriklan di Facebook.

Awal September ini, Facebook kembali menambahkan beberapa pembaharuan untuk Conversion Lift. Sejatinya, dengan penambahan itu, alat ukur Conversion Lift dapat membantu pengiklan dalam membuat keputusan pemasaran yang lebih bijak, sehingga membantu mereka dalam mengembangkan bisnis lebih lanjut.

Sampai saat ini, penelitian Conversion Lift telah mengukur efektivitas iklan Facebook dengan membandingkan audiens sebuah iklan dalam dua kelompok berbeda, yakni kelompok dengan responden acak yang bisa melihat iklan; dan grup dengan responden terkendali yang tidak dapat melihat iklan. Hasil penelitian seperti itu menunjukkan kepada para pemasang iklan tentang seberapa sukses iklan mereka di Facebook dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Penelitian Conversion Lift dengan kedua kelompok tadi akan membantu pemasang iklan dalam menentukan beberapa hal. Pertama, pemasar dapat menentukan Unit iklan manakah yang memiliki performa terbaik untuk mencapai tujuan mereka. Kedua, apakah iklan gabungan brand (iklan untuk meningkatkan brand awareness) dan direct response (atau iklan yang dipasang untuk mendorong orang segera memberi respon tertentu) bisa bekerja lebih baik untuk mencapai tujuan, dibandingkan dengan kedua iklan tersebut (iklan brand serta iklan direct response) ditayang secara terpisah. Ketiga, pemasar juga dapat menentukan nilai apa yang mendorong mobile ad. Keempat, pemasar dapat menentukan apa saja lifestyle creative atau product-focused creative yang terbaik dalam membantu mencapai tujuan mereka.

Selain itu, studi Conversion Lift saat ini dapat diatur memahami dampak iklan secara online dan offline. Contohnya, untuk mengukur peningkatan di saluran pembelian seperti toko,website, dan aplikasi. Dengan demikian, pemasang iklan bisa mendapatkan padangan secara menyeluruh dari kinerja iklan mereka. Pengukuran multi-channel bisa menunjukkan kepada pemasar tentang dampak keseluruhan dari iklan mereka dan juga bisa melihat bagaimana iklan mendorong penjualan di berbagai channel seperti toko, secara online, atau pada aplikasi secara terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)