MIX.co.id - Resto Bali Timbungan resmi membuka gerai barunya di kawasan Mahakam, Jakarta Selatan, pada hari ini (28/8). Kehadirannya di kawasan tersebut menjadi gerai kedua di Jakarta, setelah sebelumnya hadir di Sarinah, Thamrin. Selain di Jakarta, Bali Timbungan sudah lebih dulu hadir di Pulau Dewata, yakni di lokasi wisata edukasi Secret Garden Village (SGV) Bedugul dan Sunset Road Kuta.
“Bali Timbungan Mahakam merupakan cabang keempat kami sekaligus wujud komitmen SGV Group untuk mengembangkan bisnis hingga ke luar Bali. Ini juga menjadi cara kami untuk menghadirkan Balinese Heritage Cuisine bagi warga Jakarta yang rindu dengan masakan otentik Bali,” kata Billy Hartono Salim, Owner Bali Timbungan sekaligus Secret Garden Village Group, dalam konferensi pers yang digelar hari ini (28/8), di Bali Timbungan, Mahakam, Jakarta.
Lebih jauh ia menjelaskan, dipilihnya kawasan Mahakam sebagai gerai kedua di Jakarta atau gerai keempat di Indonesia, karena trafiknya yang cukup padat. Selain itu, di kawasan tersebut juga banyak gedung perkantoran, termasuk Gedung pemerintahan. “Ke depan, kami berencana melakukan ekspansi dengan menambah gerai baru. Saat ini, kami masih mencari lokasi yang strategis,” ucapnya.
Mengusung konsep Balinese Heritage Cuisine sebagai ciri khasnya, lanjut Billy, Bali Timbungan menyajikan beragam menu khas Bali. Salah satunya adalah Bebek Timbungan, hidangan tertua Bali yang disuguhkan untuk para raja-raja menurut naskah kuno Dharma Caruban.
Selama tiga tahun berturut-turut, Bebek Timbungan Heritage Cuisine Resto telah memenangkan juara Balinese Food Festival dan mendapatkan predikat Best of The Best Balinese Food Festival 2016 - 2018 yang digelar oleh Yayasan Tri Hita Karana Bali. Selain itu, Bebek Timbungan memenangkan Melapa-Melapi Awards 2018 pada kategori lainnya, yaitu Best of Taste, Best of Serving, Best of Presentation.
Salah satu rahasia kenikmatan Bebek Timbungan adalah teknik memasak yang digunakan, yakni slow cook dengan menggunakan bambu dan asap dari api kecil, menanamkan rasa secara bertahap, sehingga menjadikan matang merata, sambil mempertahankan saripati dan rasa makanan. Hasilnya, tak hanya sukses memanjakan lidah dengan cita rasa khas bumbu-bumbu Bali, teknik memasak ini juga membuat daging lebih lembut dan memberikan tampilan hidangan yang menarik.
“Teknik memasak slow cook ini sebenarnya bukan hal yang baru di Bali, tapi sudah digunakan sejak berabad-abad lalu di dapur kerajaan di Bali. Selain itu, kami juga mempertahankan warisan leluhur dengan menggunakan bumbu khas Bali, basa genep, yang terdiri dari 15 macam bahan dan proses pemasakan yang panjang untuk menghasilkan menu dengan cita rasa yang unik dan otentik,” paparnya.
Bali Timbungan juga berupaya untuk melestarikan tradisi megibung, yaitu tradisi makan bersama dalam satu wadah dan duduk dalam posisi melingkar yang penuh dengan nilai kebersamaan. Bali Timbungan memiliki dua jenis menu Megibung yang diambil dari filosofi nyegara gunung (laut dan gunung), yakni Megibung Bebek dan Megibung Seafood. Megibung sendiri terdiri dari beberapa jenis makanan dari beberapa daerah di Bali yang digabungkan menjadi satu wadah, yaitu dulang. Dulang merupakan nampan yang berbentuk lingkaran, memiliki leher dan kaki penyangga, dengan permukaan datar, digunakan untuk tempat sesaji atau kelengkapan peribadatan dan juga untuk tempat membawa makanan. Kabupaten Gianyar menjadi salah satu pusat pembuatan dulang ini, biasanya terbuat dari kayu, bambu, atau rotan.
Megibung seafood terdiri dari ikan bakar, kerang bakar, udang bakar, sate cumi yang merupakan makanan khas Jimbaran, sudang lepet merupakan makanan khas Singaraja, sate lilit makanan khas Karangasem, bulung makanan khas pesisir pantai di Bali seperti Sanur dan Serangan, dan juga dilengkapi dengan soup seafood atau “sari segara”.
Selain itu, terdapat juga menu Balinese Heritage Cuisine lain yang bisa dinikmati, salah satunya adalah Ayam Srosob, salah satu makanan khas dari daerah Klungkung. Sekilas, makanan ini terlihat seperti Tipat Kuah Blayag, makanan khas Singaraja. Namun yang membedakannya adalah Ayam Srosob menggunakan ayam yang dipanggang dan bumbu basa genep yang dicampur dengan parutan kelapa.
“Untuk memperkenalkan aneka menu yang ada di Bali Timbungan, termasuk mengkomunikasikan gerai baru kami di kawasan Mahakam, maka kami akan menggelar berbagai promo menarik, memanfaatkan platform digital, hingga mengganden KOL (Key Opinion Leader),” pungkas Billy, yang menyebutkan bahwa Bali Timbungan hanya menyajikan menu halal.