MIX.co.id - PT Perkebunan Nusantara V, anak perusahaan holding Perkebunan Nusantara III Persero yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning-Riau,  berinisiatif memberikan asistensi kepada ratusan petani mitra agar mereka mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) serta Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).


Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa mengungkapkan, "Insya Allah kita targetkan tahun ini petani mitra mulai mengantongi RSPO dan ISPO. Dengan begitu, saudara-saudara petani yang menjadi mitra PTPN V akan mendapatkan harga premium dan meningkatkan pendapatan mitra."

Untuk tahap perdana, terdapat tiga KUD yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau yang mengikuti program sertifikasi ISPO dan RSPO. Ketiganya adalah KUD Karya Mukti dengan lahan seluas 874 hektare, Dayo Mukti di lahan seluas 706 hektare, dan KUD Tani Sejahtera dengan lahan seluas 856 hektar.

Selanjutnya, ketiga KUD yang telah memasuki penanaman generasi kedua dengan usia tanaman sembilan tahun dan masuk dalam kategori tanaman produktif dengan produktivitas mencapai 27 ton tersebut akan menjadi mitra binaan perdana PTPN V yang melaksanakan sertifikasi ISPO dan RSPO.

Secara bertahap, program serupa akan digelar secara berkelanjutan di seluruh KUD mitra binaan PTPN V dengan total luas lahan mencapai 56 ribu hektar.

"Total luas lahan petani mitra yang menjalani sertifikasi RSPO dan ISPO perdana tahun ini mencapai 2.436 hektar. Secara bertahap, kita akan mendorong seluruh mitra binaan PTPN V menerapkan budidaya berkelanjutan dan lestari berstandar RSPO dan ISPO," ucapnya.

Sejak tahun lalu, lanjut Jatmiko,  perusahaan terus mendampingi para petani memenuhi beragam kriteria yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikasi tersebut. Mulai dari pelatihan manajemen kepengurusan koperasi, identifikasi bahaya dan resiko di tempat kerja, penanggulangan huru-hara, pencegahan kebakaran lahan, hingga perumusan perhitungan gas rumah kaca.

Seiring dengan akselerasi standardisasi ISPO-RSPO, PTPN V juga terus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani dengan mendongkrak produktivitas melalui peremajaan sawit.

Saat ini, PTPN V tercatat menjadi satu-satunya perusahaan milik negara yang berani menjamin produktivitas para petani mitra yang melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) di atas rerata produktivitas nasional dengan menerapkan pola manajemen tunggal.

Kendati demikian, dalam pengelolaan kebun sawit, terutama pada proses peremajaan sawit, mulai penebangan sawit renta, pembersihan lahan, penanaman bibit sawit unggul tersertifikasi, pemeliharaan hingga panen, PTPN V tetap melibatkan para petani.

Artinya, sistem tersebut melibatkan petani sejak awal, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan. Dengan demikian, petani menjadi lebih mandiri secara pendapatan dan memperoleh tambahan skill (transfer knowledge).

Selain itu, selama peremajaan sawit berlangsung, PTPN V juga menjamin pendapatan para petani melalui program padat karya serta mendukung petani mendirikan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang disandingkan dengan program tanggung jawab sosial lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)