CEO Media Labs: Pentingnya Penerapan Etika Komunikasi di Era VUCA

MIX.co.id - Kemudahan teknologi di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) perlu diwaspadai. Lantaran, citra bisa rusak seketika bila tidak memperhatikan etika komunikasi. Demikian diungkapkan Founder dan CEO Media Labs Digital Communications Agency Dudy Sya’bani Takdir saat merespon era VUCA.

“Etika komunikasi menjadi basic dan standar moral. Jangan sampai, karena kita tidak mengerti etika komunikasi, reputasi positif yang sudah dibangun organisasi bertahun-tahun hancur dalam satu hari,” kata Dudy saat menjadi salah satu pemateri dalam Pelatihan Perkantoran Modern dan Layanan Bermutu (PMLB) Universitas Indonesia (UI), pertengahan Maret ini (13/3).

Dalam pelatihan yang digelar untuk memoles hard skill maupun soft skill calon pegawai tetap sivitas UI ini, Dudy juga menyampaikan beberapa hal yang mencakup etika komunikasi, yaitu kejujuran, kerahasiaan, dan tidak membahas persoalan pribadi seseorang di depan umum.

“Sebab, esensi dari komunikasi adalah trust. Jika sudah muncul saling percaya, maka komunikasi dapat dilakukan dengan baik. Yang terpenting, komunikasi harus menjadi salah satu landasan strategi dan menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan," ucapnya.

Selain itu, dia juga memaparkan beberapa skill yang harus dimiliki seseorang di era Society 5.0, di mana manusia memiliki alternatif menggunakan ilmu pengetahuan berbasis teknologi modern seperti AI (Artificial Intelligence) dan robot untuk memenuhi kebutuhan dan mempermudah kehidupan manusia.

“Era Society 5.0 menuntut kita untuk terus menggali informasi dan mencari mana yang paling valid, maka tiap orang perlu memiliki skill berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Bila kita terapkan secara keseluruhan, maka SDM di Indonesia akan semakin berkualitas,” ucap Dudy.

Dilansir dari data World Economic Forum, berkat Society 5.0, sebanyak 75 juta pekerjaan akan berganti dan memunculkan 113 juta pekerjaan baru berbasis digital.

“Sedangkan basic komunikasi dari dulu hingga sekarang masih sama, yaitu ketahui siapa audience kita, pesan yang ingin disampaikan, media yang digunakan, ketepatan komunikator, dan penyesuaian waktu,” papar Dudy.

Oleh karena itu, menurut Dudy, etika komunikasi di era yang serba dinamis perlu penerapan basic komunikasi yang baik dan disertai dengan menguasai skill Society 5.0. “Kalau elemen-elemen ini sudah komplit dan matang, maka akan meminimalisir miss komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan kita siap menghadapi tantangan komunikasi di berbagai situasi,” pungkas Dudy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)