Dukung UMKM “Naik Kelas”, Suarapemerintah.id Gelar Program Edukasi

Di tengah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan di masa pandemi serta  Industry 4.0, SuaraPemerintah.id bersama Kementerian Koperasi dan UMKM dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia menggelar program edukasi berupa Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia. Mengusung tema “Strategi UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi”, kegiatan webinar ini digelar pada pertengahan Februari ini (18/2).

Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id Arief Munajad menuturkan bahwa objektif digelarnya webinar tersebut adalah untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantantangan.

“UMKM kita harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang. Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut,” ungkap Arief, saat memberikan opening speech di Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Diikuti oleh 200 lebih pelaku UMKM dari seluruh Indonesia, webinar nasional ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, media massa, praktisi bisnis, dan para ahli. Hadir sebagai keynote speech, yaitu Kepala Staf Presiden Jend. Purn. Moeldoko yang diwakili oleh Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden. Termasuk, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yakni Hanung Harimba Rachman selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Dunia usaha kita didominasi oleh UMKM sebesar 99%. Tenaga kerja sebesar 97% diserap UMKM. Sebagian besar rakyat Indonesia mengandalkan penghasilan dari sektor UMKM. Dari sisi out put, UMKM memberikan sumbangan yang tidak bisa diabaikan dalm perekonomian nasional. Sebesar 60% PDB merupakan kontribusi UMKM dan 14% ekpor nasional dilakukan oleh UMKM,” papar Panutan.

Melihat pentingnya peran UMKM, lanjut Panutan,  pemerintah sudah mengalokasikan rencana untuk dana pembiayaan UMKM dan koperasi sebesar Rp 157 triliun di tahun 2021. Selain itu, berbagai program juga telah diluncurkan, seperti program Bangga Buatan Indonesia (BBI) untuk mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan era digitalisasi.

Sementara itu, menurut Hanung, upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi UMKM telah dilakukan melalui program gerakan BBI. Sejak kampanye BBI diperkenalkan pada Mei 2020, terdapat 3,8 juta UMKM yang sudah on board, melebihi yang ditargetkan sebanyak 2 juta.

“Meskipun perekonomian sedang lesu, platform digital, terutama e-commerce, membawa angin segar bagi UMKM untuk melanjutkan bisnis mereka. Mengutip survei dari Sea Insight pada Juni 2020, 54% UMKM memanfaatkan media sosial untuk berjualan online,” kata Hanung.

Sementara itu, menurut data Bank Indonesia per Novemebr 2020, UMKM yang berjualan di e-commerce mencapai 45%. Total transaksi di e-commerce pada 2020 lalu meningkat 36% dibandingkan 2019. Transaksi di e-commerce tahun lalu senilai Rp 286,9 triliun. Bahkan, ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 124 miliar.

“Data tersebut disimpulkan bahwa digitalisasi akan memiliki dampak ekonomi yang siginifikan dan berkelanjutan bagi UMKM. Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Dengan kolaborasi dan dukungan nyata berbagai pihak, kami optimis pengembangan koperasi dan UMKM menjadi penyokong ekonomi nasional yang akan semakin baik,” yakin Hanung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)