Edukasi Market, ANDRITZ Gelar "Customer Day Indonesia"

Sejak mendirikan anak perusahaannya di Jakarta pada 1996 lalu, ANDRITZ Hydro telah berhasil memasang atau memodernisasi sekitar 280 unit dengan 3000 MW di Indonesia. Ini berarti, lebih dari setengah kapasitas pembangkit yang terpasang dibuat oleh ANDRITZ Hydro. Sukses itu tak membuatnya berpuas diri. ANDRITZ justru makin serius memenuhi kebutuhan pelanggannya di Tanah Air.

Salah satu cara yang ditempuh ANDRITZ adalah dengan menggelar "Customer Day Indonesia 2019" di Hotel Double Tree by Hilton di Jakarta, pada pertengahan Maret ini (15/3). Melalui kegiatan tersebut, ANDRITZ melakukan edukasi market tentang berbagai isu terkait perkembangan solusi energi berkelanjutan di pasar energi di Indonesia. Termasuk, isu tentang konsep mutakhir dan ramah lingkungan di bidang pembangkit tenaga hidro yang diaplikasikan oleh ANDRITZ Hydro.

Pada kesempatan itu, presentasi dan tukar pengalaman mengenai pasar, tren perkembangan global sekaligus fokus pada proyek large hydro, mini-hydro power projects, operation & maintenance (O&M), low-head solutions, teknologi pumped-storage, menjadi aspek penting dalam kegiatan tersebut. ANDRITZ Hydro juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menginformasikan perkembangan dan perencanaan yang dimilikinya untuk kehadiran dan operasionalnya di Indonesia.

Custumer Day Indonesia yang digelar untuk ketiga kalinya itu diresmikan oleh Harris S.T., M.T., Direktorat Jendral Energi Baru & Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Wakil Menteri – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), H.E. Helene Steinhaeusl selaku Duta Besar Kedutaan Besar Austria untuk Indonesia, dan Michael Lederer selaku Atase Transportasi, Inovasi, dan Teknologi Kedutaan Besar Autria di Jakarta.

Dikatakan Josef M. Ullmer, President Director ANDRITZ Hydro Indonesia, saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dengan total kapasitas hidro terpasang sekitar 5.258per MW. Hanya 6% dari potensi tenaga air yang layak secara teknis dikembangkan sejauh ini.

"Oleh karena itu, pembangkit listrik tenaga air akan memainkan peranan penting dalam skema pengembangan negara ini. Dan, pemerintah menginginkan kesediaan listrik di pedesaan, pembangkit mikro sampai skala kecil akan dibutuhkan pada tahu-tahun mendatang," ucapnya.

Selain pemain besar seperti China dan India, negara lainnya juga telah mengembangkan pembangkit hidro dengan kecepatan yang menarik. "Vietnam, Malaysia, Laos atau negara yang masih bergantung pada minyak seperti Indonesia telah memiliki program untuk mengeksploitasi potensi tenaga hidro," tuturnya.

Namun, ada sejumlah tantangan yang masih dihadapi di pasar Asia. Di antaranya, mengatasi konflik antara kebutuhan besar akan energi listrik dan pertumbugan yang tinggi. Artinya, ada potensi besar energi hidro yang belum terpakai dan di saat yang sama, kemampuan finansial terbatas di banyak negara.

"Meskipun telah banyak insentif yang diberikan oleh pemerintah terkait, tapi proses perizinan secara keseluruhan sangat rumit dan memakan waktu. Lebih jauh lagi, kami melihat keinginan dan pengertian yang kurang bagus dari sektor perbankan lokal untuk memberikan skema pembiayaan jangka panjang yang atraktif untuk proyek pembangunan hidro," urainya.

ANDRITZ sendiri dikenal sebagai perusahaan global yang bermarkas di Austria. ANDRITZ juga tercatat sebagai penyuplai mesin, perlengkapan, dan pelayanan pembangkit listrik tenaga hidro, industri kertas, industri besi dan logam, pemisahan limbah padat/cair dalam segmen perkotaan maupun industri, yang telah memimpin secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)