Eksistensi SML Technologies di Tengah Gempuran Pemain Asing

Di tengah gempuran merek-merke asing di industri ICT (Information Communication Technology), SML Technologies sebagai satu-satunya perusahaan lokal sanggup unjuk gigi. Dengan dua kekuatan—fast response dan harga yang sangat terjangkau—SML mampu bersaing dengan brand sekelas IBM, HP, maupun Amdocs (perusahaan asal Israel).

SML Technologies targetkan pertumbuhan revenue 30% di tahun 2015 ini SML Technologies targetkan pertumbuhan revenue 30% di tahun 2015 ini

Diungkapkan Corporate Service Director SML Technologies, bisnis di ICT terhitung sangat menjanjikan. Hampir semua industri memerlukan produk atau layanan ICT guna meningkatkan kinerja bisnis serta memenangkan persaingan. “Oleh karena itu, kami memiliki dua penawaran sekaligus bagi klien. Pertama, produk lewat brand SERVO sebagai unggulannya. Di layanan, kami punya IT Service, Telcom Engineering, dan Business Consulting,” katanya.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2005 itu, kini memiliki sederet klien ternama. Sebut saja, Telkomsel, Indosat, Ericsson, Hiawei, Ceria, Nokia, IM2, Indonesia Power, Biznet, Bank Mandiri, dan Bank BNI. “Dalam mengembangkan bisnis, kami juga ber-partner dengan HP, Fujitsu, dan IBM, dan Net Gain,” lanjutnya.

Mengandalkan Sumber Daya Manusia (SDM), tahun 2014 lalu revenue SML Technologies sanggup mencapai Rp100 miliar. Untuk tahun 2015 ini, SML Technologies mematok pertumbuhan sebsar 30% dibandingkan dengan tahun 2014 lalu. “Pertumbuhan itu memang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya kami patok sebesar 50%. Mengingat, situasi ekonomi memang kurang bersahabat,” jelas Customer Operations Director SML Technologies Shiftyanto Nugroho.

Demi mencapai target tersebut, sejumlah upaya dilakukan SML Technologies. Di antaranya, dengan relaunch SERVO Unified OSS Platform. Demi mengkomunikasikan peluncuran ulang produk tersebut, digelarlah media gathering. Pada kesempatan itu, SML Technologies memaparkan bagaimana SERVO dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan produktivitas bisnis.

“Selain itu, kami juga mencoba membangun awareness maupun reputasi perusahaan ke tingkat global dengan mengikuti beragam pameran di luar negeri. Dalam waktu dekat, kami akan berpartisipasi pada pameran di Marina Bay Sands, Singapura, pada 2-5 Juni nanti. Kami menjadi salah satu perusahaan dari 18 perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian Industri dan Perdagangan,” tutur Nugroho, yang menyebutkan bahwa visi SML Technologies adalah menjadi pemain di indutri ICT global sekaligus mencapai Rp 1 triliun revenue pada lima tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)