Gandeng Kanematsu Jepang, Cimory Group Bidik Ritel Modern dan Resto Siap Saji

Dua dekade bergerak di industri makanan dan minuman berbasis protein--seperti susu, kedelai, telur, daging, dan restoran--Cimory Group memutuskan menjalin kerja sama dengan Kanematsu Corporation dari Jepang serta PT Kanematsu Trading Indonesia. Joint venture ketiganya menghadirkan PT Kanemory Food Service, yang bakal bergerak pada jasa layanan pemrosesan makanan siap santap.

cimory group Cimory Group melakukan joint venture dengan Kanematsu Corporation

Joint venture tersebut tak lepas dari tingginya pertumbuhan ritel modern dan restoran siap saji di Indonesia. Di ritel modern misalnya, pertumbuhan convenience store dan hypermarket terhitung sangat tinggi. Merujuk data Business Research Studies Report menunjukkan bahwa sepanjang 2007-2011, ritel modern di Indonesia tumbuh 17,57 persen tiap tahunnya. Jika pada tahun 2007 jumlah ritel modern mencapai 10.365 gerai, maka tahun 2011 bisa mencapai 18.152 gerai. Sementara hypermarket pada periode tersebut sanggup tumbuh 50 persen, dari 99 gerai hipermarket di tahun 2007 menjadi 154 gerai hypermarket di tahun 2011. Adapun jumlah convenience store di Indonesia pada tahun 2011, menurut Nielsen, sudah mencapai 450 gerai.

Diungkapkan CEO Cimory Group Bambang Sutantio, Indonesia memiliki populasi lebih dari 240 juta, dengan kelas menengah yang tengah bertumbuh siginifikan. "Saat ini Indonesia tengah mengalami perubahan pola makan dari tradisional menuju ke modern, yaitu Food to Enjoy. Untuk menjawab perubahan itu, Kanemory Food Service mengembangkan, menghasilkan, serta menyediakan produk makanan siap santap untuk segmen convenience store, supermarket, hypermarket, hingga restoran cepat saji. Kami akan mengadopsi sistem proses serta kualitas manajemen dari Jepang. Konsepnya, third party central kitchen, sehingga mereka (klien-red) tidak butuh SDM yang banyak," katanya.

Himawan Hariyoga, Deputy Chairman and Invesment BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Republik Indonesia menambahkan bahwa industri makanan dan minuman di Indonesia tercatat menjadi salah satu sektor yang paling seksi. "Tahun 2014, investasi untuk industri makanan dan minuman mencapai Rp 53,4 triliun atau US$ 4,5 miliar," tandas Himawan.

Melalui kerja sama itu, Kanemory Food Services berani menggelontorkan modal awal sebesar Rp 40 miliar, dengan total investasi US$ 6 juta. Dengan joint venture itu, kepemilikan saham Kanematsu Corporation mencapai 49,9 persen, Cimory Group 40,1 persen, dan Kanematsu Trading Indonesia 10 persen.

Setelah beroperasi selama dua bulan setengah, Kanemory sudah memiliki sejumlah klien. "Saat ini klien kami ada dari OEM yang berkontribusi 25 persen, resto cepat saji 40 persen, dan convenience store sisanya. Target omset Kanemory dalam tiga tahun diharapkan bisa mencapai US$ 3 juta," jelas Axel Sutantio, Vice President PT Kanemory Food Service, di sela-sela peresmian pembukaan pabrik Kanemory di Serang, Banten hari ini (16/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)