Gibby Raih Peluang dari Booming Jastip

Jasa titip (jastip) pembelian produk dalam beberapa tahun terakhir nampak makin marak. Fenomena booming-nya jastip dipicu oleh banyaknya anak muda yang gemar traveling, namun sering dititipi membeli produk pakaian, souvenir unik, hingga kuliner khas kota atau negara yang dikunjungi. Keseriusan mereka akan usaha jastip sebagai pos pendapatan baru pun diwujudkan lewat social commerce, yakni menjadikan media sosial seperti Instagram, Facebook, bahkan Whats App sebagai kanal komunikasi kepada calon pembeli.

Berangkat dari seksinya bisnis jastip itulah, Daniel Wijono dan Yunita Hayashi memutuskan untuk membangun bisnis baru, Gibby. Dijelaskan Daniel, "Kami memulai bisnis ini sejak tahun 2016. Sebelumnya, kami pernah bekerja di perusahaan, salah satunya di Citibank. Selain itu, kami juga sering menawarkan jastip ketika sedang shopping dan traveling, yang notabene menjadi hobby kami."

Tumbuh suburnya usaha jastip berikut komunitas jastip, diyakini Daniel, membutuhkan wadah yang mampu mempertemukan sekaligus mengakomodir kebutuhan jastipper selaku personal shopper maupun requester atau pembeli produk. Untuk itu, pada akhir Februari 2018, keduanya resmi merilis Gibby, platform jasa titip (Online to Offline/O2O) dengan metode peer-to-peer.

Peluncuran aplikasi Gibby versi Beta digelar pada pameran buku "Big Bag Wolf' (BBW) di ICE-BSD, Tangerang. Dipilihnya pameran BBW karena jumlah pengunjung mencapai 1 juta dan banyak orang yang tidak sempat membeli buku, namun ingin menitip pembelian kepada jastipper.

Hasilnya, hanya dalam tempo satu minggu, jumlah mereka yang telah men-down load sudah mencapai 2.500. "Bahkan, transaksi pembelian buku lewat para jastipper yang telah bergabung di Gibby pun telah berlangsung. Tidak hanya buku, hingga saat ini, produk yang sering dibeli dari para jastipper adalah mainan anak, baju, peralatan rumah tangga yang ada di Ikea, hingga snack khas dari kota atau negara tertentu," tambah Yunita.

Lebih jauh Yunita menjelaskan bahwa kepercayaan para jastipper pada aplikasi Gibby karena Gibby memberikan kemudahan dan kenyamanan. "Penjual atau jastipper yang kami sebut sebagai Gibster dapat menjual barang-barang menarik dengan membuat Live Shop di Gibby tanpa harus memiliki inventori. Gibster hanya akan membeli barang setelah Requester memesan dan membayar barang tersebut. Sementara itu, requester dapat memperoleh pengalaman on-demand live shopping untuk barang-barang langka yang hanya dijual untuk waktu terbatas dari berbagai destinasi," ungkapnya.

Ditambahkan Daniel, dalam waktu dekat, aplikasi Gibby tidak hanya akan hadir pada smartphone berbasis Android, namun juga IOS. "Tampilan Gibby dirancang seperti mesia sosial yang sangat mudah diakses. Artinya, para Gibster cukup menampilkan foto barang yang akan dijual, harga yang ditawarkan, serta berapa lama barang itu bisa segera dipesan yang tentu saja disesuaikan dengan lamanya Gibster berada di toko atau destinasinya. Dalam waktu dekat, kami juga akan menghadirkan fitur video di Gibby guna membuat pengalaman live shopping semakin menarik," urainya.

Selain itu, Gibby juga menghadirkan fitur live chat, sehingga Gibster dan Requester bisa langsung berkomunikasi. Termasuk, ketika ada masalah atau kompain. "Namun, jika masalah yang terjadi di antara Gibster dan Requester tidak menjumpai titik temu, maka Gibby akan membantu mencarikan solusinya," tegas Daniel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)