HSBC dan PSF Kembangkan Program Pendidikan Perbankan dan Keuangan

HSBC

Guna melaksanakan program pemerintah tentang literasi dan inklusi keuangan, HSBC Indonesia berkolaborasi dengan Putera Samperna Foundation (PSF) meluncurkan Program Pendidikan Perbankan dan Keuangan yang dijalankan oleh USBI-Sampoerna University melalui Fakultas Bisnisnya, pada Jumat (23/10) di Jakarta. Program ini juga bertujuan untuk menghasilkan bankir-bankir profesional yang berkaliber tinggi di Indonesia.

Sumit Dutta, Country Manager & Chief Executive HSBC Indonesia mengatakan, “Bagi kami, keberlanjutan kami artikan sebagai upaya membangun bisnis jangka panjang dengan senantiasa memperhatikan pertimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan. Hal ini memungkinkan kami untuk memacu kegiatan usaha seraya berkontribusi bagi pertumbuhan serta kelestarian masyarakat."

Program pendidikan perbankan dan keuangan yang dirancang HSBC dan PSF ini dalam rangka memperingati 150 tahun keberadaan HSBC di dunia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, mahasiswa, bankir muda, komunitas serta masyarakat umum sehingga mereka lebih melek keuangan serta mampu memanfaatkan produk layanan jasa keuangan secara efisien dan efektif.

Program yang dilakukan HSBC dan PSF tidak lepas dari ketentuan dan program Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mengembangkan berbagai kebijakan dalam meningkatkan tabungan dan investasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia serta akses masyarakat terhadap jasa keuangan, yang dinilai masih rendah saat ini. Tak ayal, OJK pada tahun ini menargetkan peningkatan sebesar dua persen (2%) untuk indeks literasi keuangan. Di samping itu, penguatan sektor perbankan senantiasa membutuhkan profesional berkualitas untuk mengelola bank-bank di seluruh nusantara.

Maka dari itu, dengan lahirnya program pendidikan yang dirancang HSBC dan PSF akan turut membantu pemerintah dalam hal literasi dan inklusi keuangan. Dr. Wahdi Salasi April Yudhi Rektor USBI-Sampoerna University menyatakan,“Program kolaborasi ini terdiri atas program kurikulum ajar berupa konsentrasi jurusan perbankan dengan materi ajar yang unik dan spesifik perbankan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja dan mampu menghasilkan profesional perbankan yang handal.”

dalam program tersebut, ungkap Dr. Wahdi, akan terdapat Training of Trainers (TOT) di lebih dari 210 universitas di 7 wilayah di Indonesia, kegiatan pengabdian masyarakat, berbagai seminar dan lokakarya, serta outlook ekonomi yang diselenggarakan oleh USBI-Sampoerna University sebagai wadah pelaksana keberlangsungan program ini.

Program akan dilaksanakan dalam tiga tahun ke depan mencakup berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi secara nyata bagi para penerima manfaat program, berupa pelatihan, beasiswa, dan atau kemudahan akses kepada perbankan.

Dikatakan Nenny Soemawinata Managing Director Putera Sampoerna Foundation. “Kami optimis, program yang dirancang bersama ini mampu membekali tenaga pendidik, mahasiswa, bankir muda, komunitas serta masyarakat umum dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan dengan bijaksana,” sebutnya.

Program ini pun mendapat pengakuan dan dukungan penuh dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ikatan Bankir Indonesia, Indonesian Finance Association (IFA) serta Indonesian Public Accountability (IPA).”

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)