Ini Diferensiasi Virna Glaucoma Implant by Rohto

PT Rohto Laboratories Indonesia resmi meluncurkan produk anyarnya, Virna Glaucoma Implant by Rohto, pada hari ini (26/6) di Jakarta. Produk anyar tersebut menyasar para penderita Glaukoma, yang merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak, dimana jumlah penderitanya terus meningkat.

Merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, tingkat pravelensi pengidap glaukoma di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 4,6% per 1.000 penduduk. Sementara itu, menurut Jakarta Urban Eye Health Study tahun 2008, tingkat pravelensi glaukoma mencapai 2,53%.

Diferensiasi sekaligus keistimewaan dari produk baru Rohto ini adalah Virna Glaucoma Implant by Rohto merupakan hasil kolaborasi Rohto dengan Dr. dr. Virna Dwi Oktariana, SpM(K), seorang staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM, yang juga merupakan peneliti yang berhasil mengembangkan glaukoma implant.

Produk anyar tersebut merupakan penemuan terbaru berupa alat drainase glaukoma yang dikembangkan oleh Dr. dr. Virna bekerja sama dengan Western Australia's Lions Eye Institute. Oleh karena itu, nama produk baru tersebut menggunakan nama depan Dr. dr. Virna. Adapun Rohto, telah mendukung penelitiannya sejak 2015.

Dijelaskan Board of Director PT Rohto Laboratories Indonesia Mukdaya Massidy, Virna Glaucoma Implant by Rohto telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes. "Produksinya dilakukan oleh Rohto. Kami berharap, produk baru ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kebutaan yang diakibatkan oleh glaukoma, khususnya di Indonesia," ucapnya.

Lebih jauh Mukdaya menerangkan bahwa produk baru ini sudah mulai diproduksi dan akan dipasarkan pada Juli 2019 ke seluruh rumah sakit di Indonesia. Untuk sementara, produk ini akan diproduksi untuk pasar domestik, dengan tahap awal 200-300 pasien per bulannya, di mana satu produk hanya digunakan untuk sekali pakai. Selanjutnya, produk ini akan diproduksi sesuai kebutuhan pasar Indonesia. Termasuk, membidik pasien BPJS ke depannya.

"Ke depan, kami juga berencana untuk menyasar pasar ekspor. Sebab, sebelumnya produk Rohto seperti ini sudah lebih dulu ada dan telah diekspor ke 15 negara di dunia. Untuk itu, Virna Glaucoma Implant by Rohto juga akan diekspor ke 15 negara tersebut," ungkap Mukdaya yang menyebutkan bahwa ini adalah produk pertama Rohto yang berasal dari hasil penelitian, untuk kemudian diproduksi massal dan digunakan untuk masyarakat.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menambahkan, FKUI akan terus berupaya mengakomodasi seluruh staf dan pakar untuk menjadi dokter-dokter academic-business-government yang melahirkan solusi relevan untuk berbagai masalah kesehatan Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Dr. dr. Ari menjelaskan saat ini, harga implant di pasaran bisa mencapai Rp 6,5 juta hingga Rp 7,5 juta. Sementara itu, harga Virna Glaucoma Implant by Rohto lebih murah 30-40% dari harga pasaran. "Kami berharap, produk ini dapat diproduksi untuk pasar ekspor," paparnya.

Diungkapkan Dr. dr. Virna, penelitian ini telah dilakukan sejak Mei 2015 secara bertahap. Namun, untuk inisiatif dan ide awal, telah ada sejak tahun 2011. "Uji coba kami lakukan pada mata Kelinci. Dan, dilakukan pada Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Operasi implant pada 14 ekor kelinci dilakukan beberapa kali. Dan, salah satu kelinci menderita glaukoma," paparnya.

Selanjutnya, untuk uji coba kepada pasien (manusia), sambung Dr. dr. Virna, dilakukan secara bertahap. Mulai dari 12 pasien, kemudian ditingkatkan menjadi 100 pasien dilakukan gluaukoma implant. "Hasilnya, mereka mengalami penurunan tekanan bola mata, sehingga mengurangi penggunaan obat. Implant ini dapat dilakukan pada semua usia," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)