Ini Preferensi Konsumen Indonesia terhadap Transportasi Online

Industri transportasi berbasis platform aplikasi online makin marak seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat Indonesia. Perubahan tersebut antara lain dipicu oleh terpenuhinya kebutuhan mereka oleh Go-Jek maupun Grab—yang merupakan pemain utama di industri transportasi berbasis aplikasi online.

Ada yang menarik dicermati dari industri tersebut, salah satunya perilaku  konsumen atau pengguna transportasi berbasis aplikasi online. Spire Research and Consulting, salah satu perusahaan riset terkemuka global yang berpusat di Tokyo-Jepang, belum lama ini melakukan studi terhadap pengemudi dan konsumen untuk mencari tahu preferensi terhadap penyedia Iayanan transportasi online dari berbagai aspek, seperti consumer awareness, frekuensi penggunaan, dan preferensi dalam menggunakan Iayanan e-money.

Dipaparkan Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, berdasarkan hasil survei “Consumers' Awareness" yang dilakukan Spire Research and Consulting, 61% responden menyebutkan bahwa Grab merupakan merek (brand) yang mereka gunakan dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu, 58% responden memilih menggunakan Go-Jek untuk kategori yang sama 3 bulan terakhir.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa Grab dinilai memiliki kekuatan dalam menetapkan harga dan promosi dibandingkan Go-Jek. Kualitas driver Grab juga dinilia lebih baik dibandingkan Go-Jek. Sementara itu, Go-Jek dinilai lebih baik dalam hal kelengkapan fitur aplikasi dan kecepatan ketika menghadapi kemacetan.

Di kategori roda dua dan online food delivery, Go-Jek masih memimpin. Terbukti, Go-Ride masih menjadi pilihan utama pengguna transportasi online. Dari total responden yang memilih Go-Ride, sebanyak 64% menggunakannya hingga 1-2 kali sehari, sedangkan pemilih GrabBike yang menggunakan 1-2 kali daIam sehari ada 58%.

Sementara itu, untuk layanan online food delivery, sebanyak 35% responden menyebutkan bahwa Go-Food merupakan layanan yang paling sering mereka gunakan. Sementara 27% responden menyatakan memilih GrabFood. Tumbuhnya permintaan online food delivery tak lepas dari gencarnya promosi yang dilakukan oleh para penyedia platform pembayaran, seperti OVO dan Go-Pay.

Ada empat faktor yang selalu konsumen pertimbangkan dalam memesan makanan lewat online. Keempat faktor tersebut adalah harga (69%), ongkos kirim (45%), promosi produk (44%), dan diskon (38%). Dan, konsumen masih lebih memilih metode pembayaran tunai dibandingkan mobile wallet.

(Simak secara lengkap hasil studi “Spire Research and Consulting” pada Majalah MIX edisi Februari/Maret 21019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)