Inovasi Tokopedia Menjadi AI First Company

Memasuki usianya yang ke-11 sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, Tokopedia menggelar program “Tokopedia Play Fest”. Dalam rangkaian program “Tokopedia Play Fest”, Tokopedia menghadirkan talkshow START Summit Extension bertajuk “Shift in Indonesia’s Technology Landscape”, pada hari ini (17/8) secara virtual.

Pada kesempatan itu, Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengungkapkan bahwa saat ini Tokopedia telah memiliki lebi hdari 8,6 juta penjual atau seller, dimana 94%-nya adalah usaha berskala ultramikro. Tokopedia juga telah dikunjungi oleh lebih dari 90 juta masyarakat per bulan dan menjangkau 98% kecamatan di Indonesia.

Pada sesi talk show itu, Tokopedia juga menceritakan proses adaptasi Tokopedia dalam menghadapi perkembangan industri teknologi yang sangat dinamis, termasuk inovasi digital yang dihadirkan sepanjang 11 tahun berdirinya Tokopedia. “Jika di awal kami memiliki misi menjadi Data Driven Company, maka saat ini misi kami adalah menjadi AI (Artificial Intelligence) First Company,” lanjutnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, semakin ke sini, manajemen melihat kebutuhan pengguna terus berkembang. Oleh karena itu, Tokopedia terus memberikan inovasi, antara lain dengan menghadirkan layanan lain seperti di bidang pembayaran dan layanan fintech.

"Selain market place, kami juga ada fintech dan payment, karena memang dibutuhkan pengguna. Mereka lebih butuh payment yang lebih cepat," tegas Leontinus, yang menyebutkan bahwa Tokopedia juga menghadirkan inovasi di sisi logistik dengan memanfaatkan big data.

Dalam rangkaian Tokopedia Play Fest digelar juga “Leadership Talkshow” bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi serta “Semangat BAru Talkshow” bersama pendiri Dua Coffee, Jakcloth, dan Dewa Collection Bali.

Dikatakan Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, merayakan usia baru, khususnya di tengah pandemi seperti ini, tentu harus disertai dengan semangat baru untuk terus beradaptasi dengan kebiasaan baru. “Selama 11 tahun, Tokopedia melihat dengan dekat bagaimana keberanian, kegigihan, dan harapan para pegiat usaha di Indonesia dalam berkontribusi signifikan terhadap perekonomian,” ucapnya.

Karena mereka, diklaim William, lebih dari 1% perekonomian Indonesia telah terjadi di atas Tokopedia. “Kami sangat bersyukur karena walau pandemi memukul keras, seluruh mitra strategis Tokopedia, baik penjual, pembeli, pemerintah, dan mitra strategis lainnya, berkolaborasi lebih gencar dalam membantu para pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, bertahan sekaligus berkontribusi memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)