Jalin Kerja Sama dengan Alpine Cool, Anson Company Dorong Transformasi Bisnis Rantai Pendingin

CEO Anson Company Dennis Rendiwinata memberikan keterangan kepada media saat penandatanganan kerja sama antara Anson Company dengan Alpine Cool Utama Group di Jakarta (23/9). Anson Company terus berinovasi dan berkolaborasi untuk memperkuat posisi sebagai salah satu perusahaan rantai pendingin terintegrasi yang paling cepat berkembang di Indonesia. “Alpine merupakan perusahaan sistem pendingin terbesar di Indonesia sekaligus salah satu mitra paling penting kami. Kami optimistis kerja sama ini akan memperluas pangsa pasar dan bisnis rantai pendingin Anson Company, dan menjadikan kami sebagai solusi bagi customer (B2C) maupun pemain industri dalam pasar pendingin di Indonesia (B2B),” ucapnya.

CEO Anson Company Dennis Rendiwinata (kedua dari kiri) dan CEO PT Alpine Cool Utama Stephen Sen (kedua dari kanan) melakukan penandatanganan kerja sama, disaksikan Consultant for Anson Company from ACG by Ansol Bobby Suryasana (paling kiri) dan CFO PT Alpine Cool Utama Mie Yin (paling kanan). Kerja sama yang bersifat strategis ini berlangsung hingga akhir 2024, dan akan diwujudkan dalam bentuk 60 miliar purchase order (PO) dan 40 miliar letter of intent (LoI) untuk penyediaan 10.000 cold storage pallet di berbagai lokasi; revitalisasi pabrik pengolahan perikanan di Sungailiat, Bangka Belitung; ekspansi proyek tube ice di Jakarta sebesar 60 ton yang akan dikembangkan ke daerah lainnya seperti ke Bangka Belitung, Palembang, Balikpapan, Bali, dan Lampung; serta meningkatkan kapasitas pabrik block ice di lokasi yang sama dari saat ini sebesar 214 ton per hari menjadi 500 ton per hari sampai dengan tahun 2024.

(kiri-kanan) Consultant for Anson Company from ACG by Ansol Bobby Suryasana, CEO Anson Company Dennis Rendiwinata, CEO PT Alpine Cool Utama Stephen Sen, CFO PT Alpine Cool Utama Mie Yin berfoto bersama setelah penandatanganan kerja sama antara Anson Company dengan Alpine Cool Utama Group di Jakarta. Anson merupakan salah satu pionir dalam melakukan export hasil laut ke luar negeri serta rantai pendingin lainnya (pabrik es balok dan penyewaan cold storage) di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua. “Hal itu akan membantu Alpine mengembangkan produk dan memberikan nilai tambah atas kerja sama dan inovasi kepada para pelanggan dan mitra kami,” kata Dennis.

CEO PT Alpine Cool Utama Stephen Sen (kiri), CEO Anson Company Dennis Rendiwinata (kanan) berbincang-bincang setelah penandatanganan kerja sama antara Anson Company dengan Alpine Cool Utama Group di Jakarta. Target dari pelaku industri rantai dingin tahun ini bisa mencapai pertumbuhan 35% Year on Year (YoY) atau 109.000 ton (2021) menjadi 150.000 ton (2022). Sebelumnya, realisasi pertumbuhan industri rantai pasok dingin di 2020-2021 mencapai 9% (98.000-109.000 ton) dan target awalnya 120.000 ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)