Konsumen Makin Minati Layanan Digital Banking

Pandemi telah mempercepat adopsi digital banking di kalangan konsumen. Layanan perbankan digital menjadi pilihan yang semakin menarik karena risiko penularan COVID-19 bisa diminimalisir. Sebaliknya, konsumen semakin tidak tertarik bertransaksi di kantor cabang dan di ATM.

Temuan riset Inventure-Alvara menunjukkan bahwa 81,2% responden memilih layanan aplikasi digital banking dibanding datang ke ATM. Sementara  57,3% responden menyatakan makin tidak tertarik datang ke kantor cabang.

"Ke depan kantor cabang tak akan sepenuhnya punah. Kantor cabang akan tetap dibutuhkan oleh untuk memberikan layanan yang bersifat human touch terutama untuk high networth individuals," kata Yuswohady, Managing Partner Inventure, pada paparan riset bertajuk "Indonesia Industry Outlook 2nd Semester 2021: Consumer Megashifts Post Vaccine" yang digelar virtual pada Senin (26/7), di Jakarta.

Riset digelar pada Juni 2021 terhadap 532 responden yang tersebar di 7 kota besar di Indonesia.

Mengacu dari hasil riset tersebut, ia mengingatkan, perbankan harus berpacu dengan waktu untuk segera memberikan layanan digital dengan fitur yang lengkap jika tidak ingin ditinggalkan oleh nasabahnya.

Lebih jauh, terkait dengan entertainment masyarakat selama pandemi, riset mengungkapkan  layanan streaming menjadi semakin populer di kala pandemi Covid-19 menerjang.

Terutama masyarakat saat ini sudah sangat bergantung dengan hiburan yang ada di rumah, tren stay@home menjadi aktivitas utama yang bisa mereka lakukan saat PPKM seperti saat ini.

Akibatnya on-demand streaming services seperti Netflix atau Disney+ semakin diminati dibandingkan layanan TV Kabel dan TV free-to-air.

Studi dari Inventure-Alvara, menemukan 66,4% responden setuju untuk lebih memilih layanan on demand streaming service dibanding layanan TV Kabel/saluran free-to-air TV.

"Personalisasi dan kustomisasi adalah faktor kunci populernya layanan on-demand streaming. Dengan kemampuan big data analytic dari para service provider, tren ini akan terus berlanjut. Ini merupakan wake-up call bagi layanan TV kabel” tandas Yuswohady. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)