Menghadirkan 50 Pembicara Global dan Regional di “Facebook Summit 2021”

MIX.co.id - Untuk ketiga kalinya, Facebook kembali menggelar Facebook Summit, pada 28 September 2021 mendatang. Melalui program ini, Facebook akan menampilkan lebih dari lima puluh pemimpin global dan regional yang telah menciptakan standar baru dalam industri; mengusung ide dan gagasan tentang bagaimana pelaku bisnis dan merek menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger untuk lebih terlibat secara kreatif; serta mampu mengembangkan komunitas mereka.

Dalam Roundtable yang digelar hari ini (23/9) secara virtual, Benjamin Joe selaku Vice President for Southeast Asia and Emerging Markets di Facebook, menyampaikan, Facebook memahami bahwa kecepatan pemulihan dari pandemi Covid-19 sangat berbeda-beda di setiap wilayah.

“Untuk itu, tim kami terus fokus untuk mempercepat pemulihan di seluruh Asia Tenggara dengan melakukan hal terbaik yang kami bisa. Antara lain, dengan menyediakan akses dan koneksi serta berbagi wawasan untuk membantu komunitas dan bisnis dalam menavigasi realitas yang baru,” ucapnya.

Melalui Facebook Summit tahun ini, lanjut Benjamin, Facebook akan mengangkat tentang ketahanan bisnis dengan mendalami tren yang muncul, serta alat utama yang dapat menghemat waktu, mendorong kinerja, dan mempercepat digitalisasi.

Pada ajang tahunan ini, Facebook juga akan menghadirkan kisah inspiratif dari para pelaku usaha yang berasal dari berbagai skala bisnis. Antara lain, Mindvalley, perusahaan layanan pendidikan berbasis teknologi yang memiliki 18 juta lebih pelajar secara global. Mindvalley berhasil mendemokratisasi pendidikan dengan menjanjikan sistem pendidikan terbaik, jaringan global, dan kurikulum yang didukung oleh AI (Artificial Intelligence) bagi siapapun dan di manapun mereka berada.

Lebih jauh ia menegaskan, studi terbaru dari Facebook dan Bain & Company, mengungkapkan, sebanyak 70 juta orang di Asia Tenggara telah menjadi konsumen digital sejak awal pandemi berlangsung. Hampir separuh dari mereka, atau sekitar 30 juta orang, sudah menjadi konsumen digital dari tahun 2020 hingga 2021. Pada 2026, populasi konsumen digital Asia Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 380 juta, yang berarti 1,4 kali lebih besar dibandingkan pada 2019.

Fakta lainnya, 95% konsumen di Asia Tenggara menonton video melalui perangkat mobile mereka dalam sebulan terakhir. Sementara, konsumen global yang menonton video hanya mencapai 83%. Tingkat konsumsi menonton video online konsumen Asia Tenggara 4 kali lebih tinggi dibandingkan konsumen global.

Sementara itu, merujuk studi Facebook bersama Kantar pada Mei 2020, terungkap bahwa 33% konsumen Indonesia telah mencoba layanan video streaming yang baru atau berlangganan kembali layanan video streaming. Sementara itu, 1 dari 3 konsumen Indonesia berusia 18-34 tahun telah menonton live konser streaming, di mana 60% nya adalah perilaku yang baru. Lebih dari separuh, 59% konsumen Indonesia telah menonton video tutorial, seperti tutorial memasang, berkebun, kecantikan, dan sebagainya. Bahkan, 62% konsumen Indonesia mengambil kursus online untuk pertama kalinya.

Bahkan, dalam studi meta-analisis oleh Kantar dan Facebook, yang mengulas 64 kampanye multi-media di enam negara Asia Tenggara selama 2016-2020, menunjukkan bahwa saluran digital membantu bisnis menjangkau lebih banyak audiens (kesadaran), memfasilitasi hubungan emosional dan menciptakan preferensi terhadap merek (asosiasi), dan mengubah audiens menjadi konsumen (motivasi). Terkait situasi Covid-19, 72% bisnis di Asia Tenggara menyatakan bahwa media sosial membantu mereka untuk berinteraksi lebih lebih baik dengan konsumen.

Bagi bisnis, hasil studi ini merepresentasikan sebuah skenario di mana setiap momen adalah peluang untuk penemuan, inspirasi, dan koneksi. Namun, hal ini bisa jadi begitu rumit untuk dipahami oleh pelaku bisnis berskala besar maupun kecil. Aneka pertanyaan yang akan muncul antara lain bagaimana membuat produk atau layanan tersebut ditemukan dan bagaimana menyediakan pengalaman yang dipersonalisasi yang juga menghargai privasi di saat bersamaan.

“Ini adalah pertanyaan yang akan kami jawab dengan sebuah sistem yang kami sebut Discovery Commerce. Hal ini juga akan didiskusikan lebih dalam oleh tim kami bersama dengan para pemimpin bisnis di Asia Tenggara pada Facebook Summit minggu depan,” tutur Benjamin.

Facebook Summit yang ketiga ini juga menampilkan Matt Idema, VP Business Messaging di Facebook yang akan berbagi tentang komitmen WhatsApp dalam mendukung bisnis kecil dan mikro melalui inovasi produk seperti WhatsApp Storefront. Fitur baru ini akan memungkinkan bisnis untuk memperoleh manfaat dari conversational commerce dan saat ini sudah mulai tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

“Selain itu, akan hadir lebih dari 50 pembicara global dan regional di Facebook Summit, di antaranya Sudarshan Saha, Managing Director, Mediacom Vietnam; Anisha Iyer, Chief Product Officer, OMG Thailand; dan Wahib Kazhim, Presiden Direktur Photostory Indonesia, yang akan membagikan visi mereka mengenai tren industri terkini, kreativitas di media sosial, dan kisah sukses UKM di Asia Tenggara,” jelas Benjamin.

Semua sesi yang ada di Facebook Summit ini tersedia secara gratis mulai 28 September 2021, selama satu bulan ke depan. Setiap orang juga dapat memilih untuk menikmati sesi tersebut melalui Livestream, pustaka Facebook Watch Anytime, atau menyimaknya melalui podcast.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)