MMA Forum Indonesia 2015: Dua Kunci Sukses Mobile Marketing

MMA

Mengulang kesuksesan tahun sebelumnya, MMA Forum Indonesia kembalu diadakan


Tingginya penetrasi internet di Indonesia dengan persentase pengguna aktif yang semakin meningkat setiap tahun, menjadikan Indonesia salah satu pasar potensial di Asia Tenggara bagi para marketers. Hal inilah yang mendorong Mobile Marketing Association (MMA) untuk kembali mengadakan MMA Forum Indonesia.

“Seperti tahun sebelumnya, tujuan forum ini adalah untuk memberikan kesempatan yang menarik bagi pemasar untuk terkoneksi dengan rekan-rekan industri yang berwawasan serupa mengenai bagaimana cara terbaik untuk memahami perilaku digital dari konsumen yang always on dan mengambil manfaat dari revolusi mobile yang dinamis di negara ini,” ujar Rohit Dadwal, Managing Director, Mobile Marketing Association, Asia Pacific dalam sambutannya dalam MMA Forum yang diselenggarakan pada pertengahan Oktober kemarin.

Ia melanjutkan, ada dua kunci agar sukses di industri mobile marketing, yaitu capacity-building dan inovasi – mengingat teknologi yang semakin cepat berkembang. “Dengan lanskap mobile yang semakin luas, marketer butuh strategi mobile marketing. Implementasi dan tools yang sudah mereka lakukan perlu didiskusikan dan diteliti lagi. Oleh karena itulah, MMA Forum Indonesia kembali digelar dengan mengangkat tema Acquiring, Reaching, and Engaging the Right Consumers with Mobile,” tambahnya.

Berbagai pelaku dan pengamat industri mobile marketing baik dari dalam maupun luar negeri turut berbagi dalam acara forum ini. Norm Johnston, Global Chief Strategy & Digital Officer Mindshare, menuturkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan akan ada ledakan device yang mampu terhubung ke internet. Ia memprediksi bahwa akan ada lebih dari 130 juta wearable technology devices yang akan didistribusikan ke berbagai negara pada tahun 2018 dan akan ada lebih dari 50 milyar 'things' yang akan terkoneksi ke Cloud. “Semua benda digital connections ini memiliki data dan inilah kesempatan bagi marketers agar bisa terhubung lebih lagi kepada konsumen,” ujarnya.

Fergus O'Hare, Head of APAC di Facebook Creative Shop,menyoroti pertumbuhan video sebagai alat komunikasi yang didorong oleh mobile dan sejumlah kesempatan dimana video dapat membantu brand untuk menjadi kreatif dan berinteraksi dengan konsumen mereka.

Pembicara lain dalam forum ini diantaranya Matthew Talbot, Senior Vice-President, BBM Blackberry yang berbagi tentang 'Bringing Togehter Social, Commerce, and Ads'. Menurutnya mobile messaging apps adalah new kids on the block dari sosial media. “Kebutuhan mereka yang ingin selalu always on meningkatkan engagement rate. Inilah yang dilihat brand dan advertiser sehingga menjadikan mobile messaging apps ini sebagai eco-system, bukan sekedar messaging apps,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)