MIX.co.id - Memanfaatkan Hari Lansia Nasional, Nestlé Health Science (NHS) melalui Nestlé BOOST Optimum menghadirkan “Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia: Tetap Sehat, Aktif & Bahagia di Sepanjang Usia”. Melalui gerakan yang baru pertama kali diinisiasi di tahun ini, Nestlé BOOST Optimum ingin menginspirasi para lansia di Indonesia untuk senantiasa memastikan pemenuhan kebutuhan gizi harian, berolahraga secara rutin, istirahat yang cukup, serta yang tak kalah penting yaitu memperhatikan kondisi mental dan sosial, karena rasa kesepian atau depresi yang tidak terlihat juga dapat menyebabkan malnutrisi. 

Pada talkshow kesehatan yang digelar hybrid hari ini (24/6), Marketing Manager Nestlé Health Science dr. Yulia Megawati menuturkan, “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang gizi untuk kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan, Nestlé Health Science melalui Nestlé BOOST Optimum  percaya bahwa Mimpi Tak Kenal Usia. Untuk itu, kami menghadirkan Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia yang bertujuan mengajak keluarga Indonesia untuk mendukung para lansia mewujudkan hidup sehat, aktif, dan bahagia di sepanjang usia.”

Dia pun berharap dengan diluncurkannya Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia, maka dapat menginspirasi tidak hanya para lansia, melainkan juga seluruh keluarga Indonesia agar dapat lebih memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan para lansia. “Dengan demikian, kualitas hidup mereka dapat tetap terjaga. Karena kami percaya lansia sehat, Indonesia kuat,” yakin dr. Yulia.

Tak hanya Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia, Nestlé Health Science juga mendukung lansia dengan menghadirkan produk Nestlé BOOST Optimum, yakni produk susu bubuk dengan kandungan whey protein yang lebih tinggi dibanding produk sejenis lainnya, yaitu mencapai 50%, serta dilengkapi dengan probiotik dan prebiotik serta vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan lansia. “Selain Nestlé BOOST Optimum, Nestlé Health Science juga telah menghadirkan beragam produk seperti Nutren Junior, Nutren Diab, Nutren Fibre, Peptamen, Peptamen Junior, dan ISOCAL,” lanjutnya.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGer, M. Epid, FINASIM, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB Pergemi), pada kesempatan yang sama menegaskan, “Sehat adalah keseimbangan kondisi mental, fisik, dan sosial yang saling melengkapi. Di Indonesia sebanyak 34,71% lansia tinggal bersama keluarga tiga generasi. Angka ini menurun sebesar 6% dari tahun sebelumnya. Padahal, berinteraksi dengan keluarga merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, karena mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merasakan keterlibatan sosial yang dapat menghadirkan perasaan bahagia. Kondisi ini dapat menurunkan risiko lansia untuk merasa kesepian atau diabaikan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)