Patok Pertumbuhan 15%, Ini Strategi Sharp di 2019

Sharp Electronics Indonesia

Di tengah kondisi pasar elektronik yang melesu, PT Sharp Electronics Indonesia mampu mencapai kinerja positif. Di empat kategori produk, kulkas, mesin cuci, LED TV, hingga AC, Sharp mampu mencatat pangsa pasar yang signifikan. Tak heran, jika sepanjang tahun fiskal 2018, penjualan Sharp sanggup tumbuh 18%.

Diterangkan Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, menurut data GFK, di kategori kulkas, Sharp mampu menjadi market leader dengan pangsa pasar 27,8%, dari yang sebelumnya 27,1%. "Pertumbuhan produk kulkas ini dipicu oleh produk local fit Sharp, yakni kulkas bersertifikasi halal. Respon yang luar biasa pada kulkas bersertifikasi halal ini membuat kami belum mampu memenuhi demand yang tinggi atas produk ini," urainya.

Di kategori AC, pertumbuhan market share Sharp juga terhitung tinggi. Jika tahun 2017 pangsa pasar AC Sharp hanya 21,8%, maka di tahun 2018, pangsa pasarnya melonjak menjadi 27,6%. Kenaikan juga terjadi di kategori mesin cuci. Dengan mengandalkan local fit, berupa produk mesin cuci hijab series, pangsa pasar Sharp di pasar mesin cuci pada 2018 mencapai 25,7%. Itu artinya, naik jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 24,4%. "Merujuk data GFK, dengan raihan pangsa pasar itu, Sharp mampu menjadi market leader di ketiga kategori itu," ucapnya.

Sementara itu, di kategori LED TV, diakui Andry, pangsa pasar Sharp di 2018 memang mengalami penurunan dibandingkan 2017. Jika tahun 2017 pangsa pasar LED TV Sharp mencapai 24,4%, di tahun 2018, pangsa pasar LED TV Sharp turun menjadi 22,8%. "Penetrasi TV dan AC di Indonesia memang masih rendah, yakni sama-sama di kisaran 25%-30%. Untuk itu, kedua kategori ini merupakan pasar potensial yang dapat digarap ke depannya," yakin Andry.

Bagaimana dengan tahun 2019? Dijawab Andry, tahun 2019 ini, Sharp menargetkan pertumbuhan sebesar 15%. “Kami optimis dengan target ini, karena ekonomi sudah membaik. Tentu saja, ada strategi yang kami jalankan untuk mencapai target tersebut,” tegasnya.

Strategi yang siap dilancarkan Sharp di tahun ini antara lain meluncurkan inovasi sekaligus produk baru di kategori baru yang belum pernah dijajaki Sharp. Di antaranya, masuk ke pasar IDP (Information display panel), yakni LED TV untuk tayangan iklan di cafe, resto, dan media luar ruang lainnya; masuk ke pasar Artificial Inteligent dan IoT (Internet of Thing), serta masuk ke pasar PC dan smartphone.

Kami juga akan makin menggenjot produk local fit, dengan merilis produk-produk small home appliance bersertifikasi halal, antara lain produk microwave. Termasuk, menggarap kategori beauty seperti pelurus rambut dan sebagainya,” tutur Andry yang menyebutkan bahwa Sharp juga akan focus ke digital marketing via SharpID.

Aquos Sound Partner

Produk baru lainnya yang akan dirilis Sharp di tahun ini adalah Aquos Sound Partner (AN-SS1). Perangkat musik teranyar yang diciptakan dengan konsep Ear Free Bluetooth Shoulder Speaker itu siap dipasarkan di Indonesia pada Februari 2019 mendatang.

Diungkapkan Sashi Kumar, S&O Electronics Malaysia, Aquos Sound Partner cocok untuk para pesepeda dan gamers. “Dengan Aquos Sound Partner, konsumen tetap bisa mendengarkan musik yang kencang sekaligus mendengar sekelilingnya, karena posisi speaker tidak menutupi telinga. Produk ini juga dapat terkoneksi dengan Google Assistant dan anti keringat,” katanya.

Dirilis pada September 2018 di pasar global, Aquos Sound Partner sudah terjual 80 ribu unit hingga Januari 2019. “Produk ini akan dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 1.699.000, dengan garansi satu tahun. Target kami dalam setahun bisa mencapai penjualan 10 ribu unit,” ucap Sashi, yang menyebutkan bahwa Aquos Sound Partner masih diproduksi di Malaysia.

Guna mencapai target tersebut, diakui Sashi, sejumlah upaya edukasi akan dilakukan. Di antaranya, edukasi ke segmen muda, komunitas sepeda, komunitas gamers, dan menggandeng influencers seperti Youtubers. “Kami juga akan masuk ke pasar modern dan online store, karena dari total target tersebut, 40% kami harapkan dikontribusi oleh onlien store,” ia menambahkan.

Aquos Sound Partner menawarkan desain minimalis dengan berat relatif ringan sebesar 88 gram. Dengan demikian, membuat Aquos Sound Partner dapat menemani konsumen lebih lama tanpa perlu memberi efek lelah atau keberatan akibat body speaker-nya. Varian warna Aquos Sound Partner juga cukup beragam, sehingga konsumen bisa memilihnya sesuai karakteristik mereka. Sebut saja, warna hitam, navy blue, putih, dan rose gold.

Berdasarkan fungsinya, Aquos Sound Partner disertai dengan Bluetooth versi 4.1 yang memiliki koneksi lebih baik, canggih, dan cepat. Meski digunakan terus menerus, Aquos Sound Partner tetap terjamin lebih hemat daya karena menggunakan benaman baterai rechargeable lithium. Untuk menggunakannya selama seharian penuh, Aquos Sound Partner hanya perlu diisi kurang dari 2,5 jam agar dapat menemani konsumen hingga 14 jam pemakaian,” urainya.

Kegunaan Aquos Sound Partner pun semakin luas karena mampu dikoneksikan dengan TV atau perangkat seluler melalui Bluetooth Dongle yang didapat dalam kemasan pembelian. Fungsinya kian pintar berkat terhubungnya AI interface dalam telepon genggam konsumen yang memungkinkan Aquos Sound Partner untuk menangkap perintah suara Siri pada iOS dan Google Assistant pada Android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)