Pentingnya Literasi Tabungan Emas kepada Masyarakat

Selain tabungan bentuk tunai, emas dapat pula dijadikan investasi. Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah), Yosita Nur Wirdayanti menegaskan pentingnya literasi kepada masyarakat terkait investasi emas.

Literasi serta edukasi membantu masyarakat dalam menentukan tempat berinvestasi. "Ini yang menjamin keamanannya dalam berinvestasi. Sebagai investor, kita harus tahu tempat jual beli emas yang aman dan minim risiko, bisa membedakan emas palsu atau tidak, dan legalitas tempat penjual emas," jelas nya dalam seminar bertajuk “Emas sebagai Penjaga Ketahanan Perekonomian” baru-baru ini (29/11) di Jakarta.

Sementara itu, animo masyarakat terhadap tabungan emas di PT Pegadaian (Persero) menunjukkan peningkatan. “Terjadi kenaikan 80 persen dari akhir 2018 hingga Oktober 2019. Mencapai 3,87 ton per Oktober 2019 dari 1,69 ton pada Desember 2018,” papar Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian, Heri Prasongko.

Dijelaskan, capaian saat ini sebenarnya sudah hampir melampaui target 2019. Tabungan emas diproyeksikan sampai 4,2 ton pada 2019 dan per data terbaru sudah lebih dari 4,1 ton.

Pegadaian memasang target terbaru penjualan emas sebesar 5,4 ton dan baru tercapai 4,6 ton secara total. Ia harap bisa terlampaui target penjualan tersebut.

Sementara per Oktober 2019, jumlah nasabah tabungan emas naik hingga 115 persen dari 1,6 juta menjadi 3,6 juta. Jumlah rekeningnya meningkat jadi 3,7 juta. Jumlah top up meningkat 68 persen dari 1,9 ton menjadi 3,2 ton. Kemudian buyback naik 51 persen dari 0,948 ton menjadi 1,4 ton.()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)