Penuhi Kebutuhan Perusahaan, EEC Hadirkan ET Hybrid Blockchain

Teknologi penyimpanan data tengah mengalami perkembangan. Salah satu teknologi yang kini tengah happening adalah Blockchain. Teknologi Blockchain merupakan teknologi penyimpanan data yang bersifat multiserver atau terdiri dari banyak server. Dengan demikian, data akan lebih aman dan tidak dapat diretas.

Teknologi itu pula yang kini tengah diperkenalkan oleh Energy Eco Chain (EEC). Ya, hari ini (118/4), Energy Eco Chain memperkenalkan teknologi ET Hybrid Blockchain. Dikatakan Tony Huang, Chief Operating Officer Energy Eco Chain Foundation, ET Hybrid Blockchain menawarkan platform digitalisasi aset dan pengembangan aplikasi untuk kepentingan perusahaan.

“Dibandingkan dengan Blockchain 1.0 seperti Bitcoin Network dan Blockchain 2.0 seperti Ethereum yang memang sudah lebih dulu hadir, ET Hybrid Chain Technology memiliki tiga fitur canggih yang dapat dikategorikan sebagai Blockchain 3.0,” klaimnya.

Fitur pertama adalah tersedia kontrak cerdas yang fleksibel dan disesuaikan atau kustom sesuai kebutuhan perusahaan. Antara lain meliputi digitalisasi aset, manajemen keuangan, hingga perdagangan aset terdistribusi.

Fitur kedua, teknologi ET Hybrid Blockchain memiliki sistem keamanan aset digital yang komprehensif. Ia mencontohkan, ET Hybrid Blockchain dapat menyediakan fungsi multi-tanda tangan ke dompet digital. Dengan demikian, sejumlah pengambil keputusan di perusahaan dapat secara bersama-sama mengelola aset digital. “Hal ini membuat kepemilikan aset digital menjadi milik perusahaan, bukan hanya individu,” paparnya.

Bahkan, teknologi ET Hybrid Blockchain juga menyediakan proses persetujuan perusahaan yang telah disesuaikan. Dengan begitu, dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan penipuan. “Jika pemegang kunci pribadi tidak dapat melakukan tanggung jawabnya karena keadaan yang tidak terduga, sistem keamanan akan memberikan perlindungan dan mekanisme pemulihan untuk aset digital perusahaan,” ungkap Tony.

Fitur ketiga, teknologi ET Hybrid Blockchain ditampilkan dengan skalabilitas yang efektif. Berdasarkan arsitektur teknologi berbasis Hybrid Blockchain, ET Hybrid Blockchain memiliki kedua karakteristik blockchain publik dan swasta. Di area publik, data dasar dapat ditransmisikan dan diproses secara aman dan transparan. Di area pribadi, data yang sensitif dan data finansial pun akan dilindungi.

“Selain perlindungan privasi, blockchain pribadi membuat proses lebih cepat dan efektif dengan transaksi per detiknya yang mencapai 2.000. Dengan demikian, memungkinkan banyak aplikasi blockchain tingkat perusahaan untuk beroperasi secara tetap di ET Hybrid Blockchain,” lanjutnya.

Salah satu mitra yang siap memanfaatkan teknologi ET Hybrid Blockchain adalah pemerintahan Batam. Dituturkan Kepala BP Batam (Batam Indonesia Free Zone Authority-BIFZA) Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo MA, Energy Eco Chain adalah mitra yang sangat penting dalam Smart Digital Economy Initiative (SDEI) Batam.

“Kami berharap teknologi ET Hybrid Blockchain dapat menjadi solusi dan dapat diterapkan dengan baik di bidang pembangunan hub keuangan digital, promosi infrastruktur, dan layanan e-government. Kami percaya kekuatan teknologi akan mendukung kewarganegaraan digital dan mengubah lanskap sosial-ekonomi dengan Batam sebagai uji coba pertama,” tegas Lukita.

Tidak hanya Batam, diakui Tony, mitra lainnya yang juga memanfaatkan teknologi ET Hybrid Blockchain adalah Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). "Di APEC mendatang yang akan diselenggarakan di Papua New Guinea, kami bangga menjadi mitra resmi APEC dan akan menjadi tuan rumah KTT APEC,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)