Pertahankan Returning Rate 55%, Bobobox Kampanyekan “Discover More, Discover You”

MIX.co.id - Industri perhotelan kembali menggeliat pasca pandemi. Merujuk data Euromonitor, pasar tersedia yang dapat diservis oleh hotel di Asia Tenggara mencapai US$ 70 miliar. Sementara itu, pasar hotel di Indonesia mencapai US$ 25 miliar.

Diungkapkan Chief Commercial Officer Bobobox Bayu Ramadhan, Bobobox juga memiliki peluang yang sangat besar di pasar hotel. Hal itu didorong oleh sejumlah tren utama, antara lain meningkatnya minat milenial dan Gen-Z terhadap pengalaman wisata yang unik, tumbuhnya tren nomaden digital, dan meningkatnya fokus global pada kesehatan serta wisata berbasis alam.

Sebagai salah satu pelaku di industri perhotelan, lanjut Bayu, Bobobox juga telah memiliki basis audiens yang sangat besar di platform digital, yang notebene sangat dekat dengan segmen milenial dan Gen-Z. “Saat ini, Bobobox memiliki lebih dari 820 ribu follower di berbagai platform media sosial, ada lebih dari 1,4 juta yang sudah men-download aplikasi Bobobox, dan lebih dari 300 ribu trafik di website per bulannya,” lanjutnya.

Tak hanya basis pengikut, Bobobox juga memiliki ekuitas merek yang positif. Menurut survey Agoda 2023, semua interaksi yang Bobobox terima dari pelanggan mendapatkan 99% ulasan positif karena kualitasnya. Returning rate juga mencapai lebih dari 50%. Itu artinya, lebih dari 50% pelanggan telah menginap lebih dari satu kali di Bobobox. Review yang diterima Bobobox mencapai nilai 8,9. Kenyamanan, kebersihan, dan lokasi menjadi aspek utama yang paling disukai pelanggan pada saat menginap di Bobobox.

Returning rate Bobobox yang tinggi ditandai dengan komunitas Bobobox Travel Ambassador (BTA). Diterangkan Bayu, salah satu yang membuat Bobobox mendapatkan review yang positif secara organik adalah pengalaman yang dirasakan oleh para BTA. Pertama, karena kualitas produk yang bagus. Kedua, karena layanan yang bagus dan terstandarisasi, dimana Bobobox memberdayakan pemuda lokal sebagai talenta untuk diberikan pelatihan di Bobobox Academy. Ketiga, Bobobox juga mengapresiasi para BTA dengan point sebagai bagian dari loyalty program. “Saat ini, BTA sudah memasuki batch 3, di mana setiap batch-nya terdiri dari puluhan hingga belasan orang yang telah lolos seleksi,” ucapnya.

Sementara itu, sebagai perusahaan gaya hidup yang berbasis teknologi, Bobobox telah bertransformasi menjadi holding yang membawahi Bobopod (hotel kapsul berkonsep pod modern berbasis teknologi IoT), Bobocabin (hotel kabin berbasis teknologi), Boboliving (Akomodasi co-living berupa kapsul dengan fasilitas lengkap), dan Boboeatery (grup bisnis baru dari Bobobox yang membawahi berbagai servis di sektor FnB, seperti Bobodeli dan proyek kolaborasi dengan brand lain).

Dengan unit bisnis tersebut, Bobobox melakukan pemetaan segmen market atau pelanggannya. Diterangkan Bayu, pelanggan Bobopod membagi market-nya dalam tiga segmen, yakni Explorative Traveler, yakni profesional yang sudah berkeluarga dan gemar menjelajahi tempat unik bersama keluarganya dengan pengelolaan dana yang bijak; Budget-Conscious Traveler, yakni mahasiswa dan pelajar yang suka traveling hemat, serta sering jalan-jalan bersama teman, dengan memaksimalkan promo yang ada; dan Bleisure Travelers, yakni pengusaha yang mobile dalam melakukan business travel serta rutin bepergian secara efisien ke luat kota, dengan plan yang terukur dan matang.

Untuk Bobocabin, Bobobox memetakan market-nya dalam tiga segmen, yakni Solo Traveler, yakni seorang petualang yang gemar menjelajahi tempat-tempat baru dan membangun koneksi dengan lingkungan sekitar; Intimacy Seeker, yakni pasangan muda yang senang menemukan hal baru dan menikmati perjalanan bermakna demi menciptakan memori berharga; dan Family Traveler, yakni keluarga kecil yang baru memiliki satu anak, suka mencari kegiatan wisata yang ramah untuk keluarga, khususnya untuk anak.

“Saat ini, kami telah memiliki 17 cabang Bobopod dan 16 cabang Bobocabin, yang tersebar di Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Ke depan, kami akan melakukan ekspansi dengan menambah unit bisnis kami. Selain itu, kami juga akan mempertahankan returning rate di angka 55% pada tahun ini. Sebab, mempertahankan returning rate di tengah lokasi yang bertambah tidaklah mudah. Mengingat, standar returning rate di industri hotel itu, 10% sudah bagus. Kami juga berharap dapat mencapai 2 juta downloader di tahun. 2024 ini,” papar Bayu.

Untuk mencapai target tersebut, sambung Bayu, Bobobox menggelar FGD (Focus Group Discussion) kepada 30 power user (pelanggan setia Bobobox). Hasil FGD itu menyimpulkan, kenyamanan dan pengalaman eksplorasi di perkotaan dengan lokasi yang strategis menjadi pesan utama yang ditangkap oleh para pelanggan setia Bobopod. Sementara itu, eksplorasi di tengah alam untuk menemukan pengalaman baru sambil beristirahat sejenak dari rutinitas harian menjadi pesan utama dari pelanggan Bobocabin.

Halaman Selanjutnya
...
Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)