Purnawirawan Polri Masuk ke Industri Jasa Security 4.0

Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) meluncurkan PT Tetap Setia Sekuriti Indonesia (PT TSSI) yang bergerak di bidang jasa Security 4.0 dengan brand Setia Sekuriti dan tagline “Making Security 4.0.” Security 4.0 adalah standard pengamanan di era revolusi industri 4.0 di mana dunia usaha sudah mengadopsi teknologi disruptif seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) dalam praktik bisnis mereka.

Setia Sekuriti memiliki empat jasa utama, yaitu: Pelatihan Manajemen Sekuriti, Konsultansi Sekuriti—terutama untuk pengamanan perusahaan di era industri 4.0, Penataan Sistem Pengamanan dengan peralatan keamanan berbasis digital untuk menghadapi potensi ancaman perusahaan di era 4.0, dan Penyediaan Tenaga Manajer, Konsultan, dan Asesor Sekuriti.

Ketua Umum PP Polri Bambang Hendarso Danuri dalam pidato launching PT TSSI mengatakan bahwa jasa security 4.0 diluncurkan sebagai dukungan PP Polri kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya untuk dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

Pada peluncurannya di Gedung Tri Brata, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019, Direktur Utama PT TSSI Edward Aritonang mengatakan bahwa Setia Sekuriti juga menyediakan lembaga Pelatihan Manajemen Sekuriti yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diselenggarakan dengan sertifikasi kompetensi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pada kurikulum lembaga pelatihan ini, Setia Sekurindo juga memasukkan materi-materi tentang security 4.0. “Level manager sekuriti yang selama diisi oleh purnawirawan harus mampu beradaptasi dengan industri 4.0. Salah satunya untuk menghadapi ancaman cyber crime,” katanya kepada wartawan usai event peluncuran.

Dalam operasionalnya, Setia Sekuriti dikawal oleh para Purnawirawan kawakan. Selain Edward Aritonang, ada IGM Dirgayu Wibawa, purnawirawan Polri yang meraih gelar doktor dari Universitas Nasional—kini menjadi Business Intelligence Consultant, sebagai Direktur Marketing; dan tenaga-tenaga ahli veteran seperti Payaman Simanjuntak, mantan Dirjen di Depnaker; AS Ruky, ahli manajemen dan mantan CEO dan Komisaris beberapa perusahaan besar seperti Krakatau Steel; Amril Fauzy, praktisi cyber crime; Alex I. Bukit, mantan professional sekuriti dari Chevron; Ito Sumardi, purnawirawan Polri dan mantan Dubes RI di Myanmar; Basyir Barmawi, mantan Dirjen Imigrasi; dan Abrar Prasodjo, tenaga ahli bidang keamanan lingkungan.

Bersamaan dengan peluncuran PT Tetap Setia Sekuriti Indonesia (TSSI), PP Polri juga memperkenalkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 Sekuriti, satu-satunya lembaga yang mendapat kepercayaan dari BNSP untuk menyelenggarakan sertifikasi profesi sekuriti di Indonesia.

Pada seremonial peluncuran ini, LPS P2 Sekuriti menyerahkan sertifikat kompetensi BNSP kepada 21 orang peserta Training Manajemen Sekuriti PP Polri angkatan I 2018 dari kalangan purnawirawan. Untuk memperkuat kompetensi para peserta training, PP Polri membawa para peserta melakukan studi dan praktik security 4.0 ke sejumlah institusi seperti Bank Indonesia, PT Telkom dan PT Telkomsel, PT Angkasa Pura II, PT PLN, dan PT SMART dari Sinar Mas Group. “Angkatan kedua kami akan melatih calon manager sekuriti dari perusahaan. Kami akan membuka pelatihan ini untuk umum,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)