Ramai-Ramai Media Sosial Merilis Fitur Berbelanja

Peranan media sosial akan semakin luas saja. Kedepannya, media sosial tidak hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman saja namun juga untuk berbelanja. Baru-baru ini, Pinterest dan Instagram mengumumkan rencana mereka untuk memperkenalkan fitur terbaru bereka, yakni "Buy It" dan "Shop Now". Kedua media sosial ini menambah panjang deretan brand media sosial yang menyediakan fitur belanja bagi para anggotanya. Sebelumnya, Facebook dan Twitter telah melakukan uji coba fitur sejenis. Bahkan, Google juga dikabarkan bakal merilis fitur "buy" dalam waktu dekat.

instagram-shop-now

Fitur "Shop Now" di Instagram

Menurut pandangan Seth Fiegerman, ada dua hal yang mendorong brand media sosial untuk menyediakan fitur berbelanja ini, yakni komitmen untuk mencari cara yang melampaui iklan tradisional guna meningkatkan pendapatan serta kemampuan untuk menggunakan data yang diperoleh dari shopping experience user. Dengan memiliki data yang memadai, para pengiklan akan mampu membidik audiens yang lebih tepat sasaran serta mendapat ROI yang lebih baik. "Commerce adalah langkah selanjutnya di atas iklan, dan para pemain-pemain besar dapat menarik perhatian brand selama fitur "buy"-nya mampu memberikan purchase journey yang sesuai dengan pengalaman para existing user," ungkap Brian Blau, seorang analisis.

Masing-masing jejaring sosial memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam hal menarik minat user untuk berbelanja. Facebook dan Twitter misalnya, kedua jejaring sosial yang sudah dikenal lama oleh para pengguna internet tentu diuntungkan dengan nama besar brand merek. Selain diprediksi lebih mampu membawa purchasing journey yang baik, Facebook dan Twitter juga memiliki kecenderungan lebih besar untuk menarik perhatian para investor besar. Di sisi lain, Pinterest yang notabene masih relatif baru cenderung memiliki tantangan yang lebih besar walaupun sebenarnya brand ini mampu menawarkan katalog belanja yang menarik.

Uniknya, walaupun sama-sama menghadirkan fitur untuk berbelanja, namun motivasi brand-brand tersebut menghadirkan fitur tersebut sangatlah berbeda. Pinterest misalnya, mereka berusaha menggenjot pendapatan hingga mencapai USD 11 miliyar. Atau Google yang membuat fitur tersebut guna memukul mundur dominasi Amazon dan Facebook. Namun terlepas dari apapun motivasi brand jejaring sosial tersebut hasil yang dirasakan oleh audiens tetaplah sama, yakni tidak lama lagi fitur "buy" akan ada dimana-mana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)