Schneider Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Pasar kendaraan listrik global telah mencapai $ 118.864,5 juta pada tahun 2017. Nilainya diproyeksikan mencapai $ 567.299,8 juta pada tahun 2025 mendatang. Itu artinya, rata-rata tiap tahunnya tumbuh sebesar 22,3%. Bahkan, J.P. Morgan memperkirakan penjualan kendaraan listrik akan berkontribusi sebesar 30% terhadap total penjualan kendaraan pada 2025. Sementara itu, International Energy Agency memperkirakan akan terdapat 125 juta mobil listrik yang beroperasi di jalan raya secara global pada tahun 2030 mendatang.

Bagaimana dengan Indonesia? Produksi mobil listrik di Indonesia ditargetkan mencapai 30% dari total produksi pada tahun 2030. Harapannya, kehadiran mobil listrik dapat menopang target penekanan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dan menjaga kemandirian energi nasional.

Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, berkomitmen untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Di antaranya, dengan memperkenalkan solusi EVlinkTM, solusi pengisian daya kendaraan listrik (EV) pintar, di pameran “Electric & Power Indonesia 2019”.

Pada pameran yang berlangsung mulai 11-14 September 2019 di JIEXPO Kemayoran itu, Schneider Electric memamerkan kecanggihan teknologi dari solusi EVlinkTM yang dapat mengelola beban pengisian daya kendaraan listrik secara pintar. Evlink juga memiliki fitur untuk mengontrol dan mengawasi penggunaan daya kendaraan listrik, dan dengan platform yang terbuka memungkinkan pengaplikasian di berbagai kebutuhan yang berbeda-beda.

Dipaparkan Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly, “Kebijakan global untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak dan mengurangi emisi gas rumah kaca akan semakin meningkatkan pertumbuhan produksi dan permintaan kendaraan listrik.”

Pertumbuhan tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang modern serta terintegrasi, yang mencakup infrastruktur pengisian daya pintar (smart charging station). Stasiun pengisian daya pintar dapat menyediakan layanan yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan keandalan daya, dan mendorong peningkatan efisiensi energi.”

Seiring dengan bertambahnya produksi kendaraan listrik dengan lebih dari 350 model yang sarat fitur- fitur baru pada 2025, lanjutnya, permintaan akan infrastruktur pengisian daya yang andal akan semakin meningkat.

Schneider Electric siap memenuhi permintaan itu dan mempercepat adopsi kendaraan listrik secara global, termasuk di Indonesia. Kami akan menghadirkan berbagai tipe stasiun pengisian daya, mulai dari solusi pengisian daya rumahan seperti EVLink Wallbox dan EVLink Smart Wallbox, solusi bangunan komersial seperti EVLink Parking, solusi ruang publik seperti EVLink City, dan solusi pengisian daya cepat seperti Pulse QC50,” paparnya.

Solusi Schneider Electric yang komprehensif memungkinkan pengguna untuk mengelola penggunaan energi mereka dengan lebih baik dan terintegrasi dengan EVLink Energy Management (Sistem Manajemen Energi). “Dengan EVlink Energy Management System, pemilik atau operator infrastruktur pengisian daya dapat mengoptimalkan dan mengelola infrastruktur pengisian daya mereka dengan lebih efisien dan hemat biaya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)