Strategi Co-creation ala Dell

Menjamurnya model bisnis crowdsourcing saat ini tidak terlepas dari peran Dell sebagai salah satu brand prionirnya. Di saat mayoritas perusahaan atau brand masih enggan untuk menerima masukkan atau saran konsumennya dalam pengembangan produk-produknya, Dell justru melakukan dobrakan melalui strategi co-creation dengan para konsumennya melalui fitur sosial mereka yang bernama IdeaStorm.

dell_ideastorm__1438675812_35709

IdeaStorm, platform co-creation ala Dell

Berawal dari sebuah kotak saran, IdeaStorm yang diluncurkan pada tahun 2007 silam ini menjadi sarana bagi Dell untuk mendorong konsumennya mengirim ide-ide mereka tentang bagaimana seharusnya perusahaan mengembangkan produk, fitur, support atau layanannya. Melalui IdeaStorm, para konsumen dapat mem-posting ide mereka, memberikan komentar serta melakukan voting terhadap ide orang lain. Ide-ide tersebut nantinya akan mendapat tanggapan langsung dari perwakilan Dell.

Sayangnya sekitar 2,5 tahun sejak diluncurkan, perwakilan Dell semakin jarang memberikan tanggapannya via IdeaStorm. Tentu saja hal ini membuat konsumennya merasa kecewa. Namun di sisi lain, ketidakhadiran perwakilan Dell ini membuat anggota sadar bahwa platform IdeaStorm ini ternyata dapat menjadi wadah bagi mereka untuk berdiskusi dengan anggota lainnya.

Lambat laun anggota-anggota aktif tersebut membuat format IdeaStorm berubah. Jika kebanyakan perusahaan berbicara tanpa mendengarkan masukkan dari konsumennya, Dell melalui IdeaStorm justru mendengarkan tanpa berbicara. Singkatnya, para anggota IdeaStorm ini jauh lebih aktif ketimbang pihak Dell sendiri.

Kondisi IdeaStorm tersebut memancing kritik dari salah satu konsumennya yang bernama Cy Jervis. Menurut Jervis, pihak Dell harusnya mampu memfasilitasi ide-ide konsumen secara langsung. Kritik tersebut dibaca langsung oleh Michael Dell, CEO Dell Inc. Michael Dell langsung menunjuk Johnston untuk melakukan moderenisasi platform komunitas tersebut. Misinya jelas, untuk semakin fokus menjembatani gap antara konsumen dengan perusahaan. Hasilnya adalah situs "IdeaStorm 2.0" yang bersifat jauh lebih inovatif dan berformat mirip dengan komunitas online pada umumnya.

Beberapa perubahaan signifikan yang terjadi pada IdeaStorm 2.0 antara lain melibatkan seluruh anggota perusahaan serta pemanfaatan teknologi sosial media. Adapun yang menjadi fitur unggulan dari IdeaStorm 2.0 ialah adanya "Storm Session", yakni seorang representatif dari Dell menjadwalkan sesi diskusi satu tema pada suatu waktu. Storm Session ini adalah dialog real-time d mana para partisipannya bergabung secara suka rela karena mereka peduli dengan proyek-proyek garapan Dell. Selain itu, IdeaStorm 2.0 ini juga dilengkapi oleh fitur Gamification. Pada fitur ini, IdeaStorm memberikan poin reward kepada para anggota aktifnya. Delapan puluh anggota dengan poin tertinggi akan menjadi "Dell Rock Stars" yang diperlakukan sebagai anggota (influencer) papan atas di dalam komunitas tersebut dan kemudian dilibatkan di dalam berbagai program dan aktivitas-aktivitas spesial.

Di tahun ke-8 ini, IdeaStorm tercatat telah menampung sebanyak lebih dari 23.690 ide, lebih dari 747.613 jumlah vote, serta lebih dari 101.687 comments. Adapun jumlah ide yang telah diimplementasikan dalam bentuk produk atau layanan mereka mencapai lebih dari 549 ide. Beberapa pengembangan yang telah dilakukan Dell berdasarkan masukkan dari konsumennya antara lain lampu di balik keyboard (backlit keyboard), memperbanyak jaringan kerjasama dengan toko elektronik, serta mengeluarkan produk yang menggunakan sistem operasi Linux.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)