Tiga Strategi Mendekati Generasi Millennial

Era digital era di mana generasi millennial berkuasa. Generasi tersebut dicirikan dengan mereka yang tak pernah lepas dari media. Itu sebabnya, mereka kerapkali disebut sebagai kelompok yang cerdas media (media savvy group). Generasi millennial adalah juga generasi yang memiliki perhatian cukup besar terahdap aspek sosial dan mengekspresikan hal tersebut dalam banyak hal.

Berbagai hal yang perlu dipertimbangkan marketers ketika hendak berkomunikasi dengan generasi millenial

Berbagai hal yang perlu dipertimbangkan marketers ketika hendak berkomunikasi dengan generasi millenial

Lantas, bagaimana seharusnya marketers berkomunikasi dengan generasi millennial? Angela Everitt, pada situs Business2Community.com, memaparkan tiga hal—where, what, dan when—yang harus dilakukan marketers dalam mendekati generasi millennial.

1. Mayoritas Generasi Millennial Memiliki Akun Instagram

Menurut penelitian terbaru dari GlobalWebIndex yang dilaporkan oleh Adweek, sekitar 20 persen pengguna internet di seluruh dunia antara usia 16 dan 64 tahun memiliki akun Instagram pada tahun 2014. Itu artinya, naik dari 15 persen dibandingkan pada pertengahan 2013. Dari jumlah total pengguna tadi, 41 persennya berada di range usia 16-24 usia. Di usia itu, remaja adalah 50 persennya, yang lebih mungkin menjadi pengguna aktif dari Instagram.

Pelajarannya? Jika marketers berpikir untuk menggunakan media sosial untuk mengincar pasar Millennial , maka mereka tidak boleh mengabaikan Instagram. Selanjutnya, marketers harus memikirkan kembali jenis konten yang akan disajikan pada akun instagram brand mereka.

2. Millennial Ingin User-Generated Content

Sebuah laporan penelitian oleh Crowdtap dari Maret 2014 lalu mengungkapkan bahwa 30 persen dari “Media Time” generasi millennial dihabiskan untuk menyimak konten yang dibuat atau dikuratori oleh rekan-rekan atau peers mereka sendiri. Bandingkan dengan 23 persen yang menonton TV dan tiga persen yang membaca majalah cetak dan surat kabar.

Jadi, di mana marketers seharusnya dapat masuk ke generasi millennial dengan kombinasi media tersebut? Menurut Crowdtap, marketers yang cerdas menginspirasi konsumen untuk membuat dan berbagi lebih banyak konten tentang merek yang mereka cintai, mempengaruhi percakapan sosial, dan memenangkan hati dan pikiran konsumen. Perlu diingat, generasi millennial mendasarkan keputusan mereka pada peers review. Itu sebabnya, testimonial dan percakapan online yang transparan menjadi sangat efektif dalam mempengaruhi keputusan membeli generasi millennial.

3. Generasi Millennial Senantiasa Memeriksa Smartphone

Memahami global milenium, sebuah studi oleh perusahaan digital SDL menunjukkan bahwa rata-rata generasi millennial memeriksa ponsel mereka 43 kali dalam sehari. Hal itu menjadi kabar baik bagi marketers. Untuk itu, marketers harus optimal melakukan komunikasi via ponsel sekaligus memiliki pasokan rutin yang segar untuk konten komunikasi brand mereka melalui ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)