Upaya Novo Nordisk Mengedukasi dan  Memperluas Akses Pengobatan Diabetes

MIX.co.id - Merujuk data  International Diabetes Federation (IDF) Atlas edisi ke-10, saat ini setidaknya 1 dari 10 orang atau sebanyak 537 juta orang di dunia hidup dengan diabetes. Apabila tidak ada intervensi, angka ini diprediksi akan meningkat, mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 784 juta pada tahun 2045.

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada  2019 menjadi 19,5 juta pada  2021. Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh tahun lalu.

Peningkatan jumlah penderita diabetes tipe-2 disebabkan oleh faktor sosio-ekonomi, demografi, lingkungan, dan genetik. Beberapa pendorong utamanya adalah urbanisasi, populasi yang menua, berkurangnya aktivitas fisik, dan peningkatan jumlah masyarakat yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan.

Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, berbagai upaya pencegahan dan pengendalian diabetes serta penyakit tidak menular lainnya sudah banyak dilakukan. Sayangnya, jutaan orang dengan diabetes di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, belum mendapatkan akses pengobatan diabetes yang tepat.

Keterbatasan akses pengobatan diabetes pada akhirnya menghadirkan banyak tantangan lainnya. Diperkirakan masih banyak orang dengan diabetes yang tidak terdiagnosis. Masih banyak juga orang dengan diabetes yang tak berhasil mencapai target HbA1c yang sudah ditentukan atau tidak terkontrol. Studi menunjukkan lebih dari 70 persen orang dewasa dengan diabetes tipe-2 di Indonesia tidak berhasil mencapai target HbA1c di bawah 7 persen.

Hal ini menegaskan pentingnya akses pengobatan diabetes, yang merupakan tema utama dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia 2021-2023. Akses pengobatan diabetes sangatlah penting, karena orang dengan diabetes memerlukan perawatan dan dukungan yang berkelanjutan untuk mengelola kondisi mereka dan menghindari komplikasi.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Lars Bo Larsen menuturkan, Hari Diabetes Sedunia merupakan kegiatan tahunan yang menunjukkan bahwa masih ada organisasi global, regional, dan komunitas yang senantiasa mendukung upaya pengentasan penyakit ini. Tahun ini, peningkatan jumlah orang dengan diabetes yang pesat menjadi peringatan mengenai pentingnya kesehatan masyarakat, terutama pada masa pandemi Covid-19.

"World Diabetes Day dapat menjadi kesempatan untuk berbagi informasi mengenai pencegahan diabetes dan meminta tambahan sumber daya dan perhatian yang lebih memadai. Kami meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesadaran diabetes dan menyediakan akses pengobatan bagi penderita di Indonesia " ungkapnya.

Ditambahkan Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty, “Diabetes telah menjadi beban besar dalam sistem kesehatan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan dan mitra terkait di Indonesia untuk mencegah dan mengobati penyakit ini. Bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami akan meningkatkan dan memperkuat upaya kami untuk menyediakan pengobatan diabetes yang berkelanjutan di Indonesia dengan memberikan diagnosis dini dan pengendalian yang optimal."

Lebih lanjut ia menegaskan, Novo Nordisk  ingin menjangkau sebanyak mungkin orang dengan diabetes di Indonesia dengan melakukan berbagai kampanye dan edukasi mengenai diabetes; bergabung dengan gerakan global Changing Diabetes in Children; menyediakan berbagai produk inovatif; dan mendukung pemerintah dalam berbagai pendekatan yang bersifat preventif.

Pada Hari Diabetes Sedunia  dan hari jadi insulin ke-100, Novo Nordisk, Kemenkes, dan Kedutaan Besar Denmark berkolaborasi menggelar serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diabetes. Di antaranya, penyediaan booth di Stasiun Kereta Tanah Abang, di mana para komuter dapat melakukan tes gula darah. Kegiatan serupa juga dilakukan di Pasar Tanah Abang, di mana ratusan karyawan Pasar Tanah Abang dapat menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengecek risiko diabetes. Ada pula Monas Blue Light yang merupakan bagian dari Blue Monument Challenge. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap diabetes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)