Webinar Mix MarComm: Optimis Business Outlook 2022 Makin Membaik

MIX.co.id – Business outlook 2022 diwarnai sikap optimisme dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai membaik. Aktivitas ekonomi pun mulai berjalan normal. Tahun ini menjadi momentum akselerasi pertumbuhan bagi Indonesia lantaran market sedang menuju fase normalisasi.

Hal tersebut mengemuka dalam acara webinar yang digelar MIX MarComm bertajuk “Menyambut Pemulihan Ekonomi Indonesia 2022 dengan Inovasi Produk dan Service Baru” yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (24/2).

Consumer and Retail Strategist, Yongky S Susilo, yang menjadi narasumber dalam acara webinar tersebut memaparkan, meski virus Covid-19 masih ada, pandemi sudah berubah menjadi endemi dan masyarakat sudah mulai beraktivitas normal dengan protokol kesehatan (prokes).

“Saya melihat, sekarang masyarakat sudah mulai biasa menjalani keseharian di tengah pandemi. Jalan-jalan sudah macet, hotel dan restoran mulai dipadati pengunjung, bahkan parkir kendaraan pun sekarang mulai susah,” ujarnya.

Menurut Yongky, situasi sekarang menunjukkan sudah kembali ke normal. Kalu sebelumnya banyak negara melakukan lockdown, termasuk Indonesia, untuk menekan penyebaran virus Covid-19, tapi sekarang banyak negara yang mulai membebaskan lockdown. Cina misalnya, mengganggap lockdown sebagai musuh dan sekarang menghapus kebijakan lockdown.

“Kita pun harus buka lockdown. Tahun ini jadi momentum dan saatnya untuk berbisnis dan berbelanja. Dengan begitu, roda perekonomian kembali berputar,” terangnya.

Produk premium maupun produk healthy dengan nuansa menjaga kesehatan menjadi tren saat ini. Menurutnya, krisis Covid-19 tidak bisa mengubah consumer behavior masyarakat Indonesia. Jika pada situasi pandemi tren-nya adalah serba online – dari belanja barang kebutuhan hingga lainnya – maka di saat situasi menuju ke arah normal, tren-nya adalah offline. E-commerce bukan lagi tren, melainkan aktifitas belanja secara offline.

Meski begitu, ingat Yongky, digitalisasi mesti diterapkan dalam ekosistem bisnis meski tren-nya sekarang mulai beralih ke offline. Antrian panjang di meja kasir retail saat pengunjung akan bayar menjadi kendala sehingga masyarakat beralih ke online. Banyak retail yang tutup lantaran ditinggalkan pengunjung karena kendala antrian membayar, sementara masyarakat diwajibkan memenuhi aturan menjaga jarak.

Mestinya dengan digitalisasi, hal ini tidak perlu terjadi. “Seperti saat di restoran, pengunjung tak perlu antri bayar di kasir, tapi pelayan resto yang datang ke meja pengunjung dan menyodorkan mesin EDC dan pengunjung bisa bayar langsung, tanpa harus antri,” paparnya.

Rofikoh Rohim, Wakil Komisaris Utama Bank BRI sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia (UI) juga sependapat bahwa tahun 2022 menjadi momentum untuk meraih pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Indonesia, menurutnya, pernah mengalami krisis pada tahun 1998, tahun 2008, dan tahun 2020. Bila pada krisis 1998 yang menjadi penyelamat adalah sektor UMKM, tahun 2008 krisis moneter, maka pada tahun 2020, krisis disebabkan oleh mobilitas masyarakat yang dibatasi akibat virus Covid-19. Pemulihan ekonomi dipicu oleh aspek kesehatan melalui program vaksinasi.

Saat ini, program vaksinasi oleh pemerintah berjalan baik. Hal ini akan memicu roda perekonomian nasional karena masyarakat dapat kembali menjalankan aktifitasnya dengan mematuhi prokes. “Tahun ini menjadi momentum untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen,” papar Rofikoh.

Sementara Imam Sedayu Pusponegoro selaku Chief Commercial Officer SiCepat Ekspress mengakui bahwa inovasi produk yang disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat menjadi hal mutlak agar bisnis bisa terus langgeng.

Oleh sebab itu, SiCepat menghadirkan Cargo Kilat (Gokil), yakni layanan pengiriman barang dalam jumlah banyak dengan ukuran besar namun dengan harga ekonomis.

Untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini, kata Imam, SiCepat berfokus pada digitalisasi secara menyeluruh untuk dapat memberikan layanan logistik end-to-end yang dapat diandalkan oleh masyarakat. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)