Youth & Beauty Clinic Perkenalkan Perawatan Terapi Ozone

Pandemi Covid-19 berdampak pada bisnis klinik kecantikan di Indonesia. Hampir semua klinik kecantikan mengalami penurunan omset. Rata-rata omset yang diperoleh pada awal pandemi atau saat PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hanya tersisa 10 hingga 15 persen.

“Padahal tahun lalu, sebelum pandemi, omset untuk treatment kecantikan di klinik masih tumbuh 30 persen. Bahkan, ada klinik yang tutup dan harus mem-PHK-kan karyawannya,” ungkap dr. Gaby Syerly, M.Biomed (AAM), Head Doctor Youth & Beauty Clinic, pada awal Oktober ini.

Begitu PSBB pertama selesai dan klinik kecantikan sudah mulai dibuka kembali, lanjut dr. Gaby, omset mulai kembali bormal. “Memang belum benar-benar normal seperti sebelum pandemi. Omset kami baru 50 sampai 70 persen,” ujarnya.

Untuk itu, sejumlah strategi dilancarkan Youth & Beauty Clinic dalam menghadapi pandemi. Salah satunya, dengan memperkenalkan kembali treatment Terapi Ozone yang telah diluncurkan pada tahun lalu.

Diakui dr. Gaby, “Di Italia, China, dan Spayol, Terapi Ozone justru sudah menjadi salah satu protokol kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu, kami menggalakkan kembali Terapi Ozone ini di Youth & Beauty Clinic.”

Lebih jauh ia menjelaskan, Terapi Ozone baru-baru ini marak dibicarakan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi SARS-CoV-2, karena memiliki efek imunomodulator (memperbaiki sistem imun), anti inflamasi, dapat membunuh organisme-organisme tertentu/kuman, menghasilkan nitric oxide, dan anti pembekuan darah.

“Intinya, Ozone berpengaruh terhadap ACE receptor seseorang, sehingga orang tersebut lebih tidak mudah terinfeksi Covid-19 dan membantu memberikan efek proteksi terhadap kerusakan jantung,” lanjutnya.

Di Youth & Beauty Clinic, dikatakan dr. Gaby, “Kami menyediakan Terapi Ozone sebagai salah satu alternatif pencegahan tertular virus corona sebelum vaksinnya ditemukan. Bisa dengan darah sendiri dicampur dengan Ozone, lalu dikembalikan lagi ke dalam tubuh, atau dengan cairan Nacl dicampur dengan Ozone saja lalu diinfuskan ke dalam tubuh.”

Selain itu, terapi ini juga bisa dikombinasikan dengan LLLT (Low Level Laser Therapy), yakni ‘sel terapi’ dengan energi rendah yang aman dalam mengobati berbagai penyembuhan penyakit. “Agar hasilnya maksimal, bisa dilakukan dalam waktu seminggu sekali secara bergantian. Treatment Terapi Ozone ini bisa didapatkan mulai dari harga Rp 800 ribu,” ujarnya.

Sepanjang pandemi, tim Youth & Beauty Clinic harus tetap rutin mengecek dengan serologi test atau Swab PCR untuk memastikan mereka tidak terinfeksi Covid-19. “Klinik juga melayani home service PCR Swab test yang bekerja sama dengan Kalgen Innolab,” tutur dr. Gaby.

Selapa pandemi, diakuin, pelanggan dibatasi 3 sampai 4 pasien setiap harinya. Itu pun harus dilakukan dengan membaut janji terlebih dahulu. “Nah, biasanya mereka yang datang ke klinik mengambil banyak treatment sekaligus. Mulai dari treatment lase, infus, facial, hingga anti aging,” ia menutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)