ACLF 2015: Produk Spa Indonesia Paling Diminati Pasar Global

Juanita Aditiawan, Head of The ASEAN Cosmetic Association (ACA) Organizing Committee & International Relations of Perkosmi sekaligus CEO Cosmar (Cosmetics Contract Manufacturing) mengatakan, di antara jenis produk kosmetik lokal Indonesia yang diekspor ke pasar global, rangkaian spa merupakan salah satu produk UKM lokal yang paling diminati konsumen luar. Menurutnya, uniqueness atau keunikan produk merupakan salah satu kunci sukses untuk produk lokal menembus pasar global.

Juanita Aditiawan - Head of The ASEAN Cosmetic Association (ACA) Organizing Committee & International Relations of Perkosmi sekaligus CEO Cosmar (Cosmetics Contract Manufacturing) Juanita Aditiawan - Head of The ASEAN Cosmetic Association (ACA) Organizing Committee & International Relations of Perkosmi sekaligus CEO Cosmar (Cosmetics Contract Manufacturing)

Ada tiga strategi penting untuk sukses memenangkan hati konsumen di pasar global. Pertama, packaging. Pasar global, khususnya ASEAN, sangat menyukai packaging yang unik. Dalam hal ini, kata Juanita, packaging masih menjadi salah satu daya tarik utama konsumen dalam memutuskan untuk membeli suatu produk kosmetik.

Kedua, esensi wangi yang unik. Terkait produk spa, konsumen ASEAN rata-rata menyukai keunikan wangi produk spa lokal Indonesia. "Ini menjadi salah satu kekuatan produk spa Indonesia yang tidak dimiliki produk spa dari negara lain. Untuk itu, para pemain harus bisa mempertahankan, sekaligus meningkatkan kualitas produk spa mereka demi memenuhi kebutuhan pasar global," ungkap Juanita dalam perhelatan ASEAN Cosmetics Leaders Forum (ACLF) 2015 hari ini (5/5) di Jakarta.

Ketiga, strategi harga masih sangat menentukan. Bagi konsumen luar, harga produk spa Indonesia yang ditawarkan ke pasar luar sangat affordable. Ini juga menjadi salah satu kekuatan daya jual produk spa UKM Indonesia. Meski terkesan murah, imbuhnya, kualitas produk harus tetap dijaga dan kalau bisa ditingkatkan.

"Unik merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki produk lokal menembus pasar global. Meski awalnya, biasanya, hanya bisa menembus segmen niche market, tetapi setidaknya produk kita di sana sudah kuat dan pasarnya sudah terbentuk. Strategi pemasaran di pasar global juga biasanya lebih selektif, tidak seperti di Indonesia yang kebanyakan massal," jelas Juanita.

Terkait kendala, sulitnya mendapat partner di negara yang dibidik merupakan kendala yang paling sering dihadapi pemain lokal untuk melakukan ekspor. "Untuk itu, kami berharap lewat forum ini, dapat menjadi ajang saling mengenal, berbagi pengalaman, serta peran antara pelaku usaha dan pemain industri, serta untuk membuka peluang baru untuk perusahaan pemula, UKM dan enterpreneur di pasar kecantikan regional," pungkas Juanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)