Inilah Empat Store Concept yang Membuat Bata Tetap Bertahan

Hadir di Indonesia pada tahun 1931, Bata sanggup menjadi merek yang cukup melegenda. Siapa yang tak kenal dengan merek Bata? Brand asal Cekoslovaskia itu sampai sekarang masih dikenal sebagai sepatu yang kuat (tahan lama) dengan harga yang terjangkau. Bahkan, brand lawas itu oun masih identik dengan sepatu sekolah.

Gerai Bata Gerai Bata

Mengandalkan persepsi seperti itu, di tengah gempuran merek-merek sepatu asing maupun nasional lainnya, tentu saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, untuk menaysar semua segmen, Bata meluncurkan sejumlah brand baru. Tak kurang Sembilan brand, kini telah dimiliki. Sebut saja, Bata yang menyasar semua segmen, North Star yang menyasar pasar remaja, Power yang merupakan sepatu olahraga, Bubblegummers yang menyasar kids segment, Babybubble yang menyasar pasar bayi, Marie Claire yang membidik pasar premium, Weinbrenner yang menyasar pasar anak muda, B-First yang merupakan sepatu sekolah, dan paling anyar PataPata yang merupakan sandai santai.

Untuk memasarkan seluruh brand-nya itu, dikatakan Deputy to Retail Director PT Bata Indonesia Budiharta, Bata memilih strategi penetrasi lewat empat store concept. Pertama, City Concept dengan menghadirkan gerai Bata di berbagai mall-mall kelas menengah atas yang mengedepankan kenyamanan. Gerai Bata dengan City Concept itu sudah mencapai 86 gerai. Kedua, Family Concept. Untuk konsep ini, Bata menghadirkan semua varian produk yang lebih lengkap. Mulai dari yang harganya Rp 34.900 hingga di atas Rp 100 ribu tersedia di sana. Untuk Family Concept, Bata memiliki 450 gerai di seluruh Indonesia. “Kedua store concept itu sudah hadir sejak lama dan masih menjadi andalan kami,” ujar Budi.

Ketiga adalah Marie Claire Concept. Toko yang menawarkan konsep butik itu disajikan untuk kelas premium dan executive senior dengan rentang usia 30 tahun ke atas. Untuk Marie Claire Concept, Bata sudah memiliki 18 gerai. Keempat, Foot In Concept, yang mengincar pasar anak muda. “Foot in sendiri brand baru kami yang diluncurkan pada tahun 2014 lalu, yang membidik pasar anak muda, baik pria maupun wanita. Saat ini, gerai Bata dengan Foot In Concept baru berjumlah 5 gerai,” lanjut Budi.

Meski masih bertumpu pada penjualan di gerai atau toko, sejak tahun ini Bata mulai melakukan penetrasi lewat e-Commerce. Caranya, dengan menggandeng sejumlah situs belanja online di Indonesia, seperti Lazada, Berrybenka, Zalora, dan e-Commerce lainnya. “Dari e-Commerce, penjualan sepatu kami bisa mencapai 1.000 pasang tiap bulannya,” terang Budi, yang menyebutkan bahwa bisnis Bata terdiri dari tiga sektor, yakni ritel, ekspor yang berkontribusi 15-20%, dan wholeseller.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 thought on “Inilah Empat Store Concept yang Membuat Bata Tetap Bertahan”

wah sepatu bata emang oke keren lagi modelnya... biar lebih keren mampir ayok ke toko ane..hehe..areasepatufutsal
by areasepatufutsal, 03 Mar 2016, 23:23

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)