27 Magz – DwiSapta (The Best Owned Media 2021)

Secara keseluruhan, majalah 27Magz keluaran agency Dwisapta memang mendapat nilai tertinggi di antara belasan  media internal yang dinilai oleh para juri.  Baik dari sisi relevansi (kesesuaian konten media dengan target pembaca dan visi misi perusahaan), rubrikasi (keunikan, originalitas dan relevansi rubrikasi), desain grafis (terutama dalam hal kreativitas), aktualitas konten, gaya Bahasa (disesuaikan dengan target pembacanya), serta  fotografi dan ilustrasi yang  memberi kontribusi dari sisi estetika sekaligus memperkuat pesan konten.

Juri Aan A. Satriyani memberikan nilai tinggi (90) pada cover, desain grafis, fotografi dan ilustrasi  27 Magz. Menurutnya, kekuatan warna dalam cover dan desain menjadikan majalah ini menarik untuk terus dibaca dari awal hingga akhir.

Foto yang ditampilkan juga berkualitas bagus dan nampak disiapkan dengan baik. Hanya saja ia menangkap kesan monoton dari halaman awal hingga pertengahan karena tampilan pose yang hampir senada. Sementara juri Teguh Poeradisastra mengkritik ketiadaan caption pada foto-foto tersebut.

Masih terkait desain, Aan merasa ada sedikit “gangguan” pada penempatan nama-nama personel yang muncul pada bagian new comer. Pilihan untuk menggunakan desain berbentuk kotak dengan ujung menonjol sedikit keluar, menurutnya  sedikit membingungkan  saat awal membaca halaman-halaman tersebut.

Aan juga memberi poin tinggi pada variabel relevansi, aktualitas dan gaya bahasa. Sementara Teguh memberi apresiasi dalam hal rubrikasi, dan relevansi seperti halnya Aan. Akan halnya Herning Banurestu, mengapresiasi penggunaan gaya Bahasa yang menurutnya sesuai dengan target audiens.  Namun ia mengaku kaget  ketika pada bagian editorial tiba-tiba yang terpampang adalah foto diri.

27 Magz edisi Maret 2020, sebagai contoh, bercover foto duo owner Dwisapta, anak bapak Adji Watono & Maya Watono yang mengenakan kostum batik.  Cover itu berlatar warna bangsa merah putih yang sangat kuat.

Herning tadinya berharap majalah perusahaan advertising seperti 27 Magz keluaran Dwisapta akan lebih banyak membahas ide kreatif dari setiap iklan atau karya  komunikasi untuk klien-klien mereka.  Namun menurutnya,”Yang ada di majalah ini mirip berita-berita dari media umum,” kritiknya.

Dalam catatan redaksi, 27 Magz menyediakan hampir separuh dari total 80 halaman majalah untuk mengakomodasi klien Dwisapta. Sementara separuh sisanya digunakan untuk keperluan komunikasi internal.

Pencapaian 27 MAGZ  dalam ajang Indonesia PR Award dari Majalah MIX ini mengulangi keberhasilan Dwisapta 6 tahun silam untuk majalah internal Bee Magazine yang dikeluarkan tim Public Relations. Oktober 2014,  Bee Magazine dinobatkan sebagai “Indonesia’a Best of Internal Magazine Media 2014”.

Keberhasilan tersebut  layak dianggap sebagai indicator keberhasilan DwiSapta dalam mengomunikasikan keandalan DwiSapta sebagai advertising agency. Melalui kedua majalah itu, DwiSapta konsisten mengomunikasikan iklan-iklan yang  mereka buat untuk klien serta orang-orang di belakang layar pembuatan iklan.

Sebagai majalah internal korporat, 27Magz maupun Bee Magazine memiliki main target  seluruh karyawan yang ada di lingkungan Dwi Sapta Group. Sementara secondary targetnya adalah klien, media partner, tamu-tamu di kantor dan keluarga karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)