Maya Watono Pimpin Dentsu Aegis Network Indonesia

Hanya dalam kurun waktu dua tahun pasca merger DwiSapta Group dan Dentsu Aegis Network (DAN), CEO DwiSapta Group Maya Watono resmi ditunjuk sebagai Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia per Januari 2019. Sebagai pemimpin DAN Indonesia, Maya yang masih berusia muda, 36 tahun, akan bertanggung jawab kepada 1.000 orang karyawan.

Kepercayaan perusahaan periklanan asal Jepang itu kepada Maya memang bukan tanpa alasan. Kendati pehobby olaraga lari itu baru menyentuh industri periklanan pada 12 tahun silam, namun prestasinya tercatat sangat melesat. Pada saat ia mendapat tanggung jawab memimpin DSP Media (media house agency) misalnya, Maya mampu membuat DSP Media tumbuh 5x lipat. Sukses memimpin DSP Media dan MainAd, Maya diangkat menjadi Managing Director DwiSapta Group pada tahun 2012 dengan menangani 6 perusahaan dan menelurkan dua perusahaan baru, yaitu Main Media &iNexus.

Kepiawaian Maya tak hanya mencetak kinerja perusahaan. Putri sulung dari Pendiri Dwi Sapta Group Adji Watono tersebut juga teruji dalam menggarap event berkelas global. Maya yang juga menjabat sebagai Ketua International Affairs Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), mampu membuat Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dan Filipina pada proses bidding kongres bergengsi insan periklanan se-Asia, Ad Asia 2017. Istimewanya, perhelatan Ad Asia 2017 di Bali terhitung sukses besar.

Diakui Maya, ada tanggung jawab besar untuk menempati posisi pucuk pimpinan DAN Indonesia. "Oleh karena itu, saya butuh waktu dua bulan untuk akhirnya menerima tanggung jawab ini. Dan, bertanggung jawab terhadap 1.000 orang karyawan DAN Indonesia menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seorang pemimpin," ungkap Maya pada hari ini (13/12) di kantor DAN Indobesia, Jakarta.

Dengan posisinya sebagai Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia, maka ibu dari tiga orang anak itu juga akan membawahi 15 unit bisnis DAN Indonesia yang berbasis empat pilar, yakni creative, media, digital dan content, serta brand activation. Adapun 15 unit bisnis yang kini sudah dimiliki DAN Indonesia adalah Brand Agencies (DwiSapta, Dentsu Indonesia, Dentsu One, Dentsu MainAd), Media agencies (DSP MEDIA, Dentsu X, Carat, Vizeum, Posterscope), Digital Agencies (Dentsu X Digital, Isobar, ipVK, iNexus), Brand Activation Agencies (Bee Activator), & Content Agency (Dentsu X Sport & Entertainment).

Di awal kepemimpinannya di DAN Indonesia, Maya memiliki goal berupa fokus pada Client Centric Approach dan digitalisasi. "Untuk mencapai goal tersebut, kami akan mengedepankan service, idea, dan expertise. Artinya, yang kami tawarkan ke klien adalah keahlian. Oleh karena itu, people adalah aset kami," ucapnya.

Meyakini SDM sebagai ujung tombak perusahaan periklanan, ditambahkan Maya, DAN Indonesia akan menyiapkan pelatihan, software, dan tools untuk dapat memahami market yang sedang berkembang. "Setiap talent dilengkapi dengan pengetahuan digital dan workflow agar bisa beradaptasi dengan lanskap digital terkini,” ujar Maya.

Value perusahaan pun akan menjadi strategi kunci yang akan diterapkan Maya pada masa kepemimpinannya di DAN Indonesia. "Dengan value ke-Indonesia-an, kami akan mengedepankan semangat kolaborasi, gotong royong. Dalam hal ini, kolaborasi di internal maupun bersama klien dan partner," ia menerangkan.

Strategi lainnya adalah fokus pada bisnis baru. Sebab, menurut Maya, DSP Group mampu tumbuh double digit pada akhir tahun 2018 ini karena dikontribusi oleh bisnis baru. Sedangkan bisnis yang lama cenderung stagnan. "Ke depan, kami juga akan menerapkan Agile Audience System yang akan men-track audiens berdasarkan umur dan psikografis guna melihat behavior mereka, untuk kemudian kami beradaptasi dari insight tersebut," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)