PR Practitioners 4.0 di Mata Vanjou

Public Relations (PR) adalah profesi yang dinamis. Seorang PR harus mampu mengikuti perubahan zaman. Termasuk di era revolusi industri 4.0 saat ini, seorang PR harus melakukan transformasi ke dunia digital. “Transformasi PR adalah sesuatu yang mutlak dalam era revolusi industri 4.0,” ujar Ivan Septiadi Johannes, Marcomm Manager de Braga by Artotel.

Tuntutan tranformasi ini memaksa seorang praktisi PR meningkatkan kompetensinya dalam menggunakan berbagai device untuk memudahkan pekerjaan mereka. Seorang PR harus memiliki kemampuan digital, analitik, menulis konten, membangun jaringan, dan haus akan informasi terbaru, ujarnya.

Munculnya fake news, hoax, negative comment di kanal digital social media menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seorang PR. Menyikapi hal tersebut dengan bijak, katanya, menjadi kunci bagi seorang PR. “Kita harus meresponnya dengan komunikasi yang baik dan meminimalkan aspek risiko dengan tetap menanamkan #BicaraBaik dalam setiap aksinya,” papar Ivan yang biasa dipanggil dengan sebutan Vanjou ini.

Agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan efektif kepada target audience, katanya, praktisi PR harus kreatif dan mampu melakukan pendekatan personal kepada target. “Jangan hanya menerapkan prinsip one size fits all messages pada semua konten,” ujarnya.

Di tengah “banjir” konten dan informasi, seorang PR harus mampu mengidentifikasi target, kanal yang digunakan, serta konten yang dibutuhkan oleh mereka. Hal tersebut berlaku juga ketika PR dihadapkan dengan situasi krisis, seperti manajemen reputasi dan membangun sebuah brand.

Menurut dia, peran PR secara konvensional akan perlahan tergantikan oleh kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)—dalam mencari data dan menganalisnya secara detail, sehingga mereka yang ingin serius menjalani profesi PR harus siap mengembangkan kompetensi menulis konten, membuat siaran berita, mengelola media, strategis dalam memilih partner untuk publikasi, dapat berkolaborasi, dan juga mengelola event.

PR pada posisi ini, di mata Ivan, perlu mengasah kompetensi baru pada digital dan social media management, selain tentunya kemampuan interpersonal dan organisasi yang akan membuat mereka bertahan sebagai seorang PR yang tangguh.

Sebelum bergabung di Artotel, Ivan sempat berkarier sebagai Marcomm di The101 Hotel Bandung, Asisten Marcomm Manager Hotel Novotel Bandung, dan menjadi announcer radio 106.7 Mara FM dan K-Lite FM Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)