Sukses di Bisnis Salon dan Clothing, Indah Widiastuti Hadirkan Ki-Re Haus

Sukses membangun bisnis salon dan clothing, Indah Widiastuti memutuskan untuk menghadirkan bisnis baru, Ki-Re Haus, di Bekasi. Dijelaskan perempuan kelahiran Aceh, 18 Januari 1988 itu, Ki-Re Haus menawarkan konsep One Stop Hang Out yang memadukan café, beauty, dan fashion dalam satu tempat. Melalui konsep tersebut, Ki-Re Haus menghadirkan Ki-Re Coffee, Indah Bali Salon, serta butik Inout Clothing sekaligus dalam satu lokasi.

“Bisnis ini berawal dari keinginan saya menghabiskan waktu seharian di satu tempat, tanpa harus ke mana-mana. Mulai dari menikmati kopi dan aneka menu camilan di café, menikmati spa dengan khas Bali, hingga belanja fashion di butik,” cerita Indah, di sela-sela grand launching Ki-Re Haus pada Oktober ini (13/10), di Bekasi.

Di Ki-Re Coffee, menurut Indah, penikmat kopi dapat menyeruput kelembutan kopi Aceh Robusta juga Long Berry. Termasuk, menu Roti Srikaya dan Mie Aceh Kerang. “Karena kami menyasar segmen muda, termasuk millennial, maka harga yang kami tawarkan tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu untuk segelas kopi,” ujarnya.

Nilai yang sama juga ditawarkan di Indah Bali Salon. Harga perawatan yang ditawarkan mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu. “Untuk Indah Bali Salon, saya menghadirkan konsep Bali dengan paket luluran Rama Sinta yang menjadi unggulannya. Paket ini saya adopsi dari rempah-rempah Bali dengan bahan beras,” ungkap alumni PPM Manajemen jurusan Manajemen Pemasaran itu menerangkan.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa konsep Indah Bali Salon sudah lebih dulu berhasil diterapkan di Medan pada enam tahun lalu. Bahkan, dalam waktu dua tahun, Indah Bali Salon di Medan sudah BEP (Break Event Point) alias balik modal. Begitu juga dengan bisnis Inout Clothing yang telah sukses di Jakarta dan sudah tersebar di tujuh department store.

“Oleh karena itu, kedua bisnis itu saya coba kembangkan dengan konsep One Stop Hang Out di Ki-Re Haus Bekasi, yang potensial pasar anak muda atau millennials-nya cukup tinggi. Selain itu, lokasi Ki-Re Haus Bekasi ini dekat dengan hunian, kampus, dan mal yang merupakan captive market bagi Ki-Re Haus,” yakinnya.

Diakui Indah, sebagai pendatang baru, Ki-Re Haus sudah berhasil direspon pasar. Terbukti, pada masa soft opening, jumlah pengunjung sudah terhitung tinggi, bahkan ada yang sudah melakukan kunjungan balik ke Ki-Re Haus.

Tak heran, jika dengan nilai investasi sebesar Rp 1 miliar, Indah cukup berani mematok BEP hanya dalam kurun waktu dua tahun. Bahkan, dalam enam bulan ke depan, Indah siap melakukan ekspansi untuk Ki-Re Haus ke dareah Jakarta. “Target kami, ada 150-an kopi dan 1.000 piece menu per hari terjual di Ki-Re Coffe, ada 20 pengunjung per hari yang menikmati treatment di Bali Indah Salon, dan 50 piece Inout Clothing terjual di Ki-Re Haus,” ia mematok.

Guna mencapai target tersebut, Indah melancarkan berbagai strategi untuk memperkenalkan Ki-Re Haus ke pasar. Mulai dari pendekatan Public Relations (PR) lewat media, hingga menggelar kampanye komunikasi di media sosial—yang notabene sangat akrab dengan segmen muda dan millennials. “Kami juga menggelar berbagai promo dengan harga menarik, agar mampu menarik calon pelanggan untuk menikmati berbagai layanan di ki-Re Haus,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)