Inilah Tim Revitalisasi Alfacart.com

Dalam tempo tujuh bulan setelah rebranding, Alfacart.com menempati posisi Top10 di ranking Alexa untuk total kategori eCommerce Indonesia. Pertumbuhan transaksinya diklaim double digit tiap bulan. Siapa saja Tim Sukses Alfacart.com? tim-alfacart-com Perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan konsumsi media, secara signifikan mengubah perilaku konsumsi dan berbelanja masyarakat Indonesia, mau tidak mau, suka tidak suka, harus diantisipasi oleh pelaku industri ritel. Tidak cukup lagi hanya mengandalan outlet fisik, sudah saatnya pengusaha ritel Indonesia juga menyediakan online store sebagai point of sale produk-produknya. Kemudahan berbelanja yang kini dinikmati para shopper melalui toko online ini direspon positif oleh Alfa Group dengan meluncukan Alfacart, toko online dari Alfa Group. Matahari Department Store masuk ke bisnis online dengan meluncurkan Matahari Mall. Inilah yang kemudian diikuti jaringan minimarket Alfa. Sukses mengelola 12 ribu gerai ritel Alfamart di seluruh Indonesia, pada 2013 Alfa meluncurkan situs belanja online Alfaonline.com. Meskipun faktanya konsumen Indonesia yang berbelanja produk FMCG masih di bawah 1%. Pada 2016 manajemen Alfamart melakukan rebranding terhadap Alfaonline.com menjadi Alfacart.com. Rebranding ini diiringi revitalisasi layanannya. Jika sebelumnya Alfaonline.com hanya menjual produk-produk groseri yang ada di toko Alfamart, maka Alfacart.com mengusung konsep marketplace yang menjual produk-produk non-Alfamart seperti produk elektronik, gadget, fesyen, dan produk lifestyle lainnya. Untuk mensukseskan Alfacart.com, Alfamart  membentuk dedicated team dengan entitas sendiri. Sejumlah nama-nama besar yang sudah malang-melintang di industri e-Commerce pun diundang bergabung ke Alfacart.com. Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart.com, sebelumnya adalah Co-Founder Zalora Indonesia. Sementara itu, Haryo Suryo Putro, Chief of Marketing Officer sekaligus Chief of Operation Officer, sebelumnya adalah Sr. VP Lazada Indonesia. Ernest Tjahjana, Chief of Commercial Officer Alfacart.com, sebelumnya adalah VP Buying Lazada. Hanya dalam tempo tujuh bulan pasca rebranding, Alfacart.com menempati posisi Top Ten di ranking Alexa untuk total kategori e-Commerce di Indonesia (per akhir November 2016). Sementara itu, berdasarkan total situs yang ada di Indonesia, ranking Alfacart.com berada di posisi ke-59. Dari sisi kinerja penjualan, Alfa tidak bersedia merilisnya. Namun mereka mengklaim pertumbuhan transaksi di Alfacart.com mencapai double digit tiap bulannya. Sukses revitalisasi Alfacart.com ini tak lepas dari kekompakan timnya, salah satunya Tim Marketing. Di bawah komando Haryo, tim marketing Alfacart.com yang teridiri dari 50-an orang, massif melancarkan strategi pemasaran mereka lewat lima divisinya, yakni Digital, Brand, Content & Production, Business Development, serta Campaign. Di Divisi Digital, Alfa memiliki Adhi Sukma sebagai Head of Digital Marketing. Di Divisi Brand, ada Yusi Obon selaku Head of Brand Marketing. Di Divisi Content & Production, ada Sunarwan  selaku Head of Content & Affiliate Marketing.  Di Divisi Business Development, ada Wily dan Astri sebagai PIC-nya. Adapun Divisi Campaign, ada Susan dan Arif sebagai PIC-nya. Tim Content & Production bertugas merancang sekaligus memproduksi konten pemasaran untuk Alfacart.com, Tim Brand bertugas untuk membangun brand awareness baik lewat Above The Line, Below The Line, offline, maupun digital. Tim Digital bertugas meningkatkan performance Alfacart.com di media digital melalui placement di berbagai media online maupun social media. Tim Business Development bertugas menjalin partnership dengan berbagai perusahaan seperti perbankan, telekomunikasi, payment gateway, dan sebagainya. Adapun Tim Campaign, bertugas  merancang consumer promo setiap harinya, baik di Website maupun mobile Apps,” paparnya. Menurut Haryo, tim yang mengusung value integrity, team work collaboration, excellence oriented, serta fun & dinamic ini terdiri dari anak-anak muda berusia 20-30 tahun. “Atmosfir kerja yang nyaman, cair, namun tetap profesional, membuat ritme kerja tim menjadi produktif. Kami percaya, jika karyawan happy, maka karyawan pun akan produktif,” lanjut Haryo. tim-alfacart-2 Soal tantangan yang dihadapi tim marketing, tandas Haryo, salah satunya adalah mengubah persepsi konsumen Indonesia yang telah mengindentikan Alfacart.com  dengan produk groseri. Padahal, Alfacart.com memiliki empat pilar, yakni lifestyle, electric, fashion, dan grocery.  Guna membangun brand awareness dan mengubah persepsi konsumen, Alfacart.com memilih pendekatan Public Relations (PR) dan strategic partnership dengan berbagai perusahaan. “Strategi lain yang kami lakukan adalah customer acquisition. Artinya, kami tidak ingin sekadar memindahkan kantong pembelanja di gerai Alfamart ke Alfacart.com, atau sebaliknya. Namun, kami ingin membidik market baru. Oleh karena itu, kami memberikan kemudahan bagi pelanggan Alfacart.com untuk membayar dan mengambil barang pesanan mereka di gera-gerai Alfamart terdekat atau dilakukan secara O2O (Online to Offline),” ungkapnya. Pendekatan belanja O2O—khususnya Layanan Pick Up di Toko Alfamart—hingga saat ini mendapatkan respon tinggi dari para pelanggan, baik pelanggan di wilayah Jakarta yang terkenal dengan gaya hidup urbannya maupun pelanggan di luar Jakarta. “Sebanyak 84% pelanggan di wilayah Jakarta dan 90,73% pelanggan di luar Jakarta melakukan pengambilan barang di toko Alfamart yang berfungsi sebagai pick up point. Hal itu tentu saja mendatangkan trafik di gerai Alfamart,” tutup Haryo yang menceritakan bahwa karaoke, nonton, hingga makan bareng menjadi pilihan tim agar makin kompak.
Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)